Jakarta, Warta Ahmadiyah — Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia terus memperkuat pendidikan karakter dan spiritualitas anak melalui pelaksanaan KPA Experiment Week 2026. Memasuki rangkaian kegiatan bertema “The Invisible Power: Doa”, para peserta diajak memahami bahwa kekuatan terbesar dalam kehidupan seorang Muslim tidak selalu tampak oleh mata, melainkan hadir melalui doa dan ketergantungan kepada Allah.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (26/6/2026) tersebut menjadi bagian dari program pembinaan anak usia sekolah dasar yang dikembangkan oleh Sekretariat Tarbiyat Pengurus Besar Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia dengan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Tema “The Invisible Power: Doa” mengajarkan bahwa doa merupakan “mesin” yang melangitkan harapan sekaligus “perisai” yang melindungi manusia dalam berbagai keadaan. Melalui tema tersebut, peserta didorong untuk membangun rasa percaya diri karena selalu mengandalkan Allah dalam setiap situasi.
Baca juga: Rishtanata PB JAI Perkuat Partisipasi Generasi Muda Lewat Ruang Dialog dan Trustbuilding
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi recap dan ice breaking yang membangun suasana belajar yang menyenangkan. Selanjutnya peserta mengikuti sesi “Kisah Hebat Mukjizat Para Nabi” yang disampaikan oleh mubaligh sebagai penguatan keimanan dan keyakinan terhadap pertolongan Allah.
Pembinaan karakter juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini melalui sesi “Membangun Karakter Hebat dengan Kejujuran”. Dalam sesi tersebut peserta diajak memahami pentingnya kejujuran sebagai fondasi akhlak seorang Muslim sejak usia dini.
Setelah melaksanakan salat Jumat berjamaah, peserta kembali mengikuti sesi “Pahlawan Ahmadi: Bintang-bintang yang Menginspirasi” yang memperkenalkan tokoh-tokoh Ahmadi sebagai teladan dalam pengabdian, pengorbanan, dan pelayanan kepada umat manusia.
Baca juga: Kepala Biro Kompas TV Manado: Ahmadiyah Harus Jadi Teladan Toleransi Umat Beragama
Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Zaki Firdaus Syahid, menyampaikan apresiasi kepada Sekretaris Tarbiyat PB JMAI serta seluruh panitia pusat dan daerah yang telah menyelenggarakan KPA Experiment Week 2026.
“Saya ingin mengucapkan apresiasi yang mendalam kepada Sekretaris Tarbiyat Pengurus Besar Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia dan juga tim serta panitia lokal di seluruh wilayah Indonesia atas terselenggaranya kegiatan KPA Experiment Week pada kali ini,” ujarnya.
Menurut Amir Nasional, metode pembelajaran yang digunakan tahun ini diharapkan mampu membantu anak-anak memahami materi secara lebih efektif melalui pendekatan experiential learning, fun learning, simulasi, dan pendampingan kelompok.
“Mudah-mudahan dengan pola-pola pembelajaran yang baru ini, KPA dapat berjalan secara lebih efektif, materi-materi yang disampaikan lebih mudah diterima, diserap, dan juga diimplementasikan oleh anak-anak kita,” katanya.

Tidak ada Respon