Menjadi ‘Ismail’ Masa Kini, Generasi Waqf-e-Nau Diajak Hidup untuk Pengabdian

Munadi AhmadNasional2 min
Ike Hamzah mengajak peserta Ijtima Nasional Waqf-e-Nau 2026 meneladani Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam pengabdian kepada Allah.
A-AA+A++

Bogor, Warta Ahmadiyah — Nilai pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail tidak berhenti sebagai kisah sejarah, tetapi menjadi teladan bagi generasi muda dalam menjalani kehidupan. Pesan tersebut disampaikan Ike Hamzah kepada peserta Ijtima Nasional Waqf-e-Nau 2026 di Kemang, Bogor, sebagai bekal membangun semangat pengabdian sejak usia muda.

Menurutnya, setiap anggota Waqf-e-Nau diharapkan memahami makna menjadi “Ismail” pada masa kini, yakni pribadi yang siap mengutamakan ketaatan kepada Allah dan mengabdikan dirinya bagi kemaslahatan yang lebih luas.

Di saat yang sama, mereka juga diajak memahami peran “Ibrahim”, yaitu sosok pembimbing yang menghadirkan teladan, pendidikan, dan arah dalam kehidupan.

Baca juga: Generasi Waqf-e-Nau Diajak Mengenal Diri Sebelum Mengubah Dunia

“Nilai pengorbanan, ketaatan, dan pengabdian yang dicontohkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail harus menjadi landasan hidup di mana pun kita berada.”

Wanita yang akrab di sapa Mami Ike ini pun menjelaskan bahwa semangat tersebut hanya dapat tumbuh apabila seseorang terlebih dahulu mengenal dirinya sendiri. Dari pengenalan diri itulah seseorang akan mengenal Tuhannya dan memahami tujuan hidup yang sesungguhnya.

Baginya, kehidupan seorang Waqf-e-Nau tidak hanya diukur dari keberhasilan pribadi, tetapi dari sejauh mana seluruh kehidupannya dipersembahkan untuk Allah melalui ibadah, akhlak, dan pengabdian kepada sesama.

Baca juga: Ijtima Nasional Waqf-e-Nau Dorong Lahirnya Generasi Pengkhidmat yang Militan

Dengan bekal tersebut, generasi Waqf-e-Nau diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang teguh, berakhlak, serta siap menghidmati Jemaat dan menghadirkan manfaat nyata bagi bangsa maupun masyarakat luas.

Melalui Ijtima Nasional Waqf-e-Nau 2026, nilai-nilai yang diwariskan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail kembali dihidupkan sebagai inspirasi agar lahir generasi pengkhidmat yang menjadikan pengorbanan sebagai jalan pengabdian kepada Allah dan pelayanan kepada manusia.