Fakfak, Warta Ahmadiyah- Rumah Belajar SaTuTiBa Fakfak resmi menutup kegiatan pendidikannya pada Minggu, 21 Juni 2026.
Acara perpisahan berlangsung penuh haru di Kampung Lusi Peri, Kabupaten Fakfak.
Penutupan tersebut menandai berakhirnya perjalanan rumah belajar yang selama ini menjadi wadah pendidikan dan pengembangan karakter bagi anak-anak setempat.
Baca juga: Amirnas JAI Perkuat Pesan Kolaborasi Pengurus Daerah dengan DPRD
Kegiatan dihadiri siswa, orang tua, pengajar, serta tokoh masyarakat yang sejak awal mendukung keberadaan program tersebut.
Acara juga digelar secara hybrid dengan partisipasi staf Humanity First Indonesia dari Jakarta melalui sambungan daring.
Suasana emosional terasa ketika para siswa dan pengajar mengenang berbagai kegiatan yang telah dijalani bersama selama rumah belajar beroperasi.
Baca juga: Wagub Sulut Temui Jemaat Ahmadiyah: Keberagaman Bukan Masalah, Tapi Kekuatan
Sebagai bentuk penghargaan, siswa mempersembahkan puisi, lagu, dan penampilan musik yang menggambarkan perjalanan Rumah Belajar SaTuTiBa.
Ketua Humanity First Indonesia, Kandali Achmad Lubis, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung program pendidikan tersebut.
Menurutnya, penutupan dilakukan setelah mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk perpindahan tugas tenaga pengajar ke Jakarta.
Baca juga: Ketua DPRD Sulut Dukung Penuh JAI, Ahmadiyah Buktikan Kontribusi Nyata untuk Manado
Meski kegiatan berakhir, semangat belajar yang telah ditanamkan diharapkan tetap tumbuh di tengah masyarakat.
“Kami orang tua yang hadir di sini merasa bangga dengan adanya Rumah Belajar SaTuTiBa karena selama ini belum ada fasilitas serupa di kampung kami. Kehadirannya memberikan dampak positif bagi anak-anak,” kata salah satu perwakilan orang tua murid, Yara.
Ia menilai rumah belajar berhasil membantu anak-anak memanfaatkan waktu setelah sekolah dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan edukatif.
Momen paling mengharukan terjadi saat pemutaran video perjalanan Rumah Belajar SaTuTiBa yang menampilkan berbagai kenangan siswa dan pengajar.

Tidak ada Respon