Ia menilai praktik seperti yang dilakukan Salatiga menunjukkan bahwa toleransi dapat bergerak dari sekadar sikap saling membiarkan menuju keterlibatan bersama dalam membangun masyarakat. Ruang perjumpaan antarkelompok, keterwakilan dalam forum, serta keberanian membela hak kelompok lain dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat kehidupan kebangsaan.
Melalui forum tersebut, pengalaman Salatiga memperlihatkan bahwa toleransi dapat dibangun dari hal-hal konkret: memastikan keterwakilan, membuka ruang dialog, dan memperlakukan setiap warga secara setara. Dalam konteks kemerdekaan Indonesia, praktik semacam itu menjadi bagian dari upaya menjaga kehidupan bersama agar tetap damai di tengah keberagaman.

Tidak ada Respon