Wagub Sulut Temui Jemaat Ahmadiyah: Keberagaman Bukan Masalah, Tapi Kekuatan

Munadi AhmadNasional2 min
Sesi Dialog Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia bersama Wakil Gubernur Sulawesi Utara dalam Kunjungannya ke Kantor Wakil Gubernur Sulut
A-AA+A++

Manado, Warta Ahmadiyah — Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menegaskan bahwa keberagaman merupakan anugerah Tuhan yang harus dijaga bersama saat menerima kunjungan Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Zaki Firdaus Syahid, di ruang kerja Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Selasa (23/6/2026).

Pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam tersebut turut dihadiri jajaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Sulawesi Utara, serta pengurus dan mubaligh Jemaat Muslim Ahmadiyah dari Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Dalam kesempatan itu, Victor Mailangkay menyambut baik kehadiran rombongan Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia dan menilai dialog lintas kelompok menjadi bagian penting dalam menjaga kerukunan di Sulawesi Utara yang dikenal sebagai salah satu provinsi dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia.

Baca juga: Ketua DPRD Sulut Dukung Penuh JAI, Ahmadiyah Buktikan Kontribusi Nyata untuk Manado

“Dialog seperti ini memang perlu terus dibuka di sini. Di Sulawesi Utara semua ada; Konghucu ada, Ahmadiyah ada, Muslim, Katolik hingga Protestan. Sejak lama kita sudah terbiasa menerima perbedaan karena perbedaan itu adalah pemberian Tuhan,” ujarnya.

Menurutnya, keberagaman yang dimiliki masyarakat Sulawesi Utara bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang mampu memperkokoh kehidupan sosial dan kebangsaan.

“Kita merawat perbedaan ini untuk menjadi satu kesatuan dan kekuatan dalam kehidupan berbangsa,” katanya.

Baca juga: IAKN Manado: Keberagaman Kekuatan Bangsa, Ahmadiyah Perluas Dialog Akademik

Dalam audiensi tersebut, Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia memperkenalkan sejarah dan kiprah Jemaat Ahmadiyah yang telah hadir di Indonesia selama lebih dari satu abad, termasuk berbagai kegiatan pendidikan, sosial, dan kemanusiaan yang dijalankan di berbagai daerah.

Ia menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam membangun komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat.

“Kami memperkenalkan Ahmadiyah, sejarahnya, serta peran yang telah dijalankan selama lebih dari 100 tahun di Indonesia,” ujarnya.