Majalengka, Warta Ahmadiyah — Ruang perjumpaan lintas agama kembali dibangun melalui Kemping Pemuda Lintas Agama (KPLA) se-Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten di Pondok Pesantren Ekologi Al-Mizan, Kasokandel, Majalengka, Jumat (7/8/2026). Perwakilan Jemaat Muslim Ahmadiyah Sadasari turut hadir bersama tokoh agama dan pemuda dari berbagai latar belakang.
Kegiatan yang berlangsung pada 7–9 Agustus 2026 tersebut mempertemukan perwakilan Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, penghayat kepercayaan, serta berbagai kelompok keagamaan. Hadir pula Wakil Bupati Majalengka, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Ketua FKUB Majalengka, dan sejumlah tokoh masyarakat.
KPLA menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal perbedaan sekaligus membangun hubungan melalui perjumpaan langsung. Ketua pelaksana kegiatan, Wawan dari Jaka Tarub Jawa Barat, mengatakan kegiatan tersebut telah memasuki penyelenggaraan ke-15 sejak pertama kali digelar pada 2023.
Baca juga: Puluhan Tahun Berbagi, Jemaat Ahmadiyah Lolak Kembali Salurkan Sembako kepada Warga
Menurut Wawan, kegiatan ini diarahkan untuk menjaring generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap keberagaman. Tantangan dalam menyikapi perbedaan, termasuk perbedaan di dalam agama dan keyakinan, dinilai semakin membutuhkan ruang dialog yang mempertemukan anak muda secara langsung.
Pemilik Pondok Pesantren Ekologi Al-Mizan, KH. Maman Imanul Haq, mengingatkan pentingnya terus merawat perbedaan sebagai bagian dari kehidupan bangsa. Ia mengutip semangat perjuangan Gus Dur yang sepanjang hidupnya konsisten memperjuangkan toleransi dan kehidupan masyarakat yang menghargai keberagaman.
Sementara itu, Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhammad Ramdhan, mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam kegiatan lintas agama tersebut. Menurutnya, pendidikan toleransi perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda terbiasa saling menghormati dan menghargai perbedaan.
Baca juga: Anak Bukan Orang Dewasa Versi Kecil, Guru Besar UT Kenalkan Model Pendidikan BERLIAN
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan Majalengka kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan lintas agama di tingkat yang lebih luas. Menurutnya, kehidupan masyarakat Majalengka yang relatif aman dan kondusif menjadi modal penting untuk terus mengembangkan kegiatan semacam itu.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., juga mengajak peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara serius. Ia mendorong para peserta membawa pulang pengetahuan dari berbagai diskusi untuk kemudian diterapkan di lingkungan masing-masing.
Ketua FKUB Majalengka, KH. Abdul Muis, menyambut kehadiran berbagai kelompok keagamaan dalam kegiatan tersebut, termasuk Jemaat Ahmadiyah. Ia bahkan meminta Mln. Abdul Basith yang mewakili Jemaat Ahmadiyah untuk memperkenalkan diri di hadapan peserta.

Tidak ada Respon