Silaturahmi ke Jemaat Muslim Ahmadiyah, Mahasiswa IMM Ciputat Perkuat Semangat Toleransi

Munadi AhmadDaerah2 min
Sesi Room Tour di Peace Center Jemaat Kebayoran
A-AA+A++

Jakarta, Warta Ahmadiyah — Pengurus Asrama Putra Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ciputat Periode 2025–2026 menggelar kegiatan Interfaith Dialogue di Masjid Al-Hidayah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi dan dialog keagamaan untuk memperkuat pemahaman lintas kelompok serta membangun budaya toleransi di tengah masyarakat yang beragam.

Pertemuan tersebut dihadiri mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan pengurus Jemaat Muslim Ahmadiyah Kebayoran. Diskusi berlangsung terbuka dengan membahas berbagai isu keagamaan, kehidupan bermasyarakat, serta pentingnya komunikasi dalam menjaga kerukunan.

Dalam sesi pemaparan, Mln. Harpan Ahmad bersama pengurus Jemaat Muslim Ahmadiyah Kebayoran memperkenalkan sejarah, akidah, aktivitas keagamaan, serta berbagai program sosial dan kemanusiaan yang dijalankan oleh Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia.

Baca juga: Ijtima Waqf-e-Nau Kalimantan Timur 2026 Hadirkan Pembinaan Karier dan Parenting

Salah seorang peserta, Feri Safarudin, mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengaku mendapatkan pengalaman berharga melalui dialog yang berlangsung secara langsung dan terbuka.

“Pertemuan ini memberikan kesempatan bagi kami untuk saling mengenal dan memahami sudut pandang masing-masing secara lebih luas. Dialog seperti ini penting untuk membangun sikap saling menghormati dan menjaga kerukunan di tengah perbedaan,” ujarnya.

Feri juga menyoroti pentingnya pendekatan komunikasi dalam menyikapi berbagai persoalan sosial dan keagamaan. Menurutnya, dialog dan musyawarah seharusnya lebih dikedepankan dibandingkan tindakan yang berpotensi memperlebar jarak antarkelompok masyarakat.

Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Sambas Gelar Donor Darah di PMI Mempawah

Diskusi berlangsung hangat dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta mengenai kehidupan beragama, toleransi, serta peran generasi muda dalam merawat persatuan bangsa.

Kedua pihak sepakat bahwa ruang perjumpaan dan dialog yang sehat perlu terus diperluas agar masyarakat dapat saling memahami tanpa prasangka serta membangun hubungan yang lebih harmonis.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama sebagai simbol komitmen untuk terus memperkuat silaturahmi, toleransi, dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.