Tasikmalaya, Warta Ahmadiyah –Sebanyak 63 perempuan mengikuti forum diskusi bertema perjuangan perempuan dalam reforma agraria yang digelar pada 9 Maret 2026 di Kantor Serikat Petani Pasundan.
Kegiatan ini dihadiri berbagai organisasi, termasuk ISRA, komunitas Konghucu, AMSAW, serta organisasi perempuan Lajnah Imaillah dari Jemaat Muslim Ahmadiyah Tasikmalaya.
Forum tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat solidaritas perempuan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, terutama konflik agraria.
Dalam diskusi tersebut, Ruth Subodro dari Tim Adhoc PPRA Konsorsium Pembaruan Agraria menekankan pentingnya pelembagaan perempuan pejuang reforma agraria.
Ia menyebut masih terdapat ketimpangan akses perempuan terhadap lahan, air, serta sumber daya produksi.
Menurutnya, pelembagaan perempuan pejuang reforma agraria dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas perempuan serta memperluas jaringan solidaritas.
Sementara itu, Ketua Daerah Lajnah Imaillah Tasikmalaya, Ranti Rahimah, menyoroti peran perempuan dalam membangun harmoni sosial di tengah masyarakat yang beragam.
Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Manado Perkuat Solidaritas Antarumat di Perayaan Satu Dasawarsa Laroma
Ia menjelaskan bahwa muslimah Ahmadiyah aktif membangun komunikasi lintas agama melalui dialog dan kegiatan sosial di masyarakat.
Menurut Ranti, pendekatan sosial yang dilakukan perempuan sering kali menjadi cara efektif untuk meredakan konflik dan menumbuhkan toleransi.