Tondano, Warta Ahmadiyah- Menjelang waktu berbuka puasa, mubaligh Ahmadiyah Manado, Mln. Hafiz A. Mutu, menyampaikan tausiah singkat.
Dirinya jugas memimpin doa bersama dalam kegiatan pertemuan Komunitas Advokasi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB) Sulawesi Utara yang digelar di Shaar HaShamayim Synagogue, Tondano, 8 Maret 2026.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan buka puasa bersama dan dihadiri berbagai tokoh lintas agama, akademisi, aktivis mahasiswa, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan di Sulawesi Utara.
Baca juga: Pererat Silaturahmi, Jemaat Ahmadiyah Daerah Tasikmalaya Hadiri Buka Puasa Bersama Shinta Wahid
Acara diikuti sejumlah tokoh agama dan akademisi, di antaranya Ruth Kezia, Steven Manengkei, serta teolog Denny Pinontoan dari Institut Agama Kristen Negeri Manado.
Hadir pula dosen Rahman Mantu dari Institut Agama Islam Negeri Manado bersama beberapa akademisi Universitas Sam Ratulangi, termasuk Donna Setiabudi dan Natalia Lana Lengkong.
Kegiatan ini juga diikuti perwakilan organisasi mahasiswa seperti PMII Minahasa, PMII Manado, serta HMI Manado. Sejumlah tokoh pemuda Kristen GMIM turut menghadiri diskusi tersebut.
Baca juga: Rawat Harmoni Ramadhan, Jemaat Ahmadiyah Pontianak dan Gusdurian Buka Puasa Bersama
Tokoh lintas agama dan kepercayaan juga hadir, di antaranya Agus dari komunitas Baha’i Sulawesi Utara, Sopian dari Konghucu, serta Iswan Sual dari komunitas penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Acara dimulai pukul 15.00 WITA dengan sambutan dari pemimpin sinagoga, Rabbi Yaakov Baruch. Ia memaparkan ajaran dasar agama Yahudi serta sejarah komunitas Yahudi di Sulawesi Utara.
Setelah pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab mengenai praktik keagamaan, puasa, serta situasi konflik di Timur Tengah.
Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Tanjung Medan Salurkan Puluhan Paket Sembako di Bulan Suci
Dalam forum tersebut, para peserta juga membahas dampak konflik global terhadap stabilitas energi dan kondisi geopolitik internasional.
Akademisi Universitas Sam Ratulangi memberikan penjelasan mengenai hukum perang dan hukum humaniter internasional, termasuk dampak konflik bersenjata terhadap masyarakat sipil.
Diskusi juga menyoroti bahwa konflik di Timur Tengah tidak semata berkaitan dengan agama, tetapi juga dipengaruhi faktor politik dan kepentingan global. *
Kontributor: Ruslan Abdul Gani
Editor: Talhah Lukman A