Bedah Buku 100 Tahun Ahmadiyah di Manado Perkuat Pesan Damai dan Kebersamaan

Munadi AhmadNasional2 min
Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia sedang menyampaikan Pidato Kunci di Acara Bedah Buku Muslim Ahmadiyah dan Indonesia: 100 Tahun Keberagaman dan Kerja Kemanusiaan
A-AA+A++

Manado, Warta Ahmadiyah — Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia menggelar bedah buku Muslim Ahmadiyah dan Indonesia: 100 Tahun Keberagaman dan Kerja Kemanusiaan untuk memperkuat Pesan Damai dan Kebersamaan di Taman Eben Haezer Tateli, Minahasa, Sulawesi Utara, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan bertema “Torang Samua Basudara: Merajut Kebersamaan dan Menjaga Damai Lewat Aksi Kemanusiaan Lintas Iman” ini menjadi ruang dialog tentang kontribusi Ahmadiyah dalam kehidupan kebangsaan dan kemanusiaan.

Acara dihadiri tokoh agama, akademisi, mahasiswa, serta pegiat lintas iman. Turut hadir perwakilan Institut Agama Kristen Negeri Manado dan berbagai unsur masyarakat.

Baca juga: Lajnah Imaillah Daerah Tasikmalaya Sambut Ajakan Muslimat NU, Wujudkan Keluarga Tangguh

Dalam pidato kuncinya, Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Zaki Firdaus Syahid, mengutip pandangan Presiden Soekarno mengenai Ahmadiyah dalam buku Di Bawah Bendera Revolusi. Menurutnya, Bung Karno mengapresiasi rasionalitas, keterbukaan berpikir, dan semangat modernisme yang dimiliki Ahmadiyah.

“Muslim Ahmadiyah meyakini bahwa Islam adalah agama yang rasional dan selaras dengan ilmu pengetahuan. Al-Qur’an tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Amir Nasional menjelaskan bahwa misi utama Jemaat adalah membangun hubungan manusia dengan Tuhan sekaligus memperkuat hubungan antarmanusia melalui perdamaian, toleransi, dan pengabdian sosial. Prinsip Love for All, Hatred for None menjadi landasan berbagai program pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan yang dijalankan Jemaat.

Baca juga: Madrasah Diniyah Imamuddin Wanasigra Lepas Siswa Wustha dan Awaliyah

Sementara itu, Wakil Dekan 1 Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan IAKN Manado, Agus Marulitua Marpaung, menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama.

“Kita boleh berbeda, tetapi kita dipersatukan oleh semangat kebangsaan dan kemanusiaan,” katanya.

Melalui bedah buku ini, Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia berharap nilai-nilai perdamaian, toleransi, dan kerja kemanusiaan yang telah dijalankan selama satu abad dapat semakin dikenal masyarakat serta memperkuat dialog lintas iman di Indonesia.