Prof. Siti Aisyah juga menekankan bahwa setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda. Karena itu, guru tidak cukup memberikan perlakuan yang sama kepada semua anak, melainkan perlu menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter masing-masing.
Baginya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai rapor, tetapi dari kemampuan anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, peduli terhadap sesama, mampu bekerja sama, serta siap menghadapi perubahan zaman.
Baca juga: Generasi Waqf-e-Nau Diajak Mengenal Diri Sebelum Mengubah Dunia
Menutup orasi ilmiahnya, ia kembali menegaskan bahwa tujuan akhir pendidikan adalah membentuk manusia yang menghargai sesama.
“Love for All, Hatred for None.”
Menurutnya, pendidikan yang memerdekakan akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, menghormati keberagaman, serta siap membawa manfaat bagi masyarakat.

Tidak ada Respon