By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Warta Ahmadiyah
  • Beranda
  • Berita
    • Mancanegara
    • Nasional
    • Daerah
  • Organisasi
    • Ansharullah
    • Khuddam
    • Lajnah Imaillah
  • Kebangsaan
  • Keislaman
  • Sosial
  • Rabthah
  • Siaran Pers
Font ResizerAa
Warta AhmadiyahWarta Ahmadiyah
  • Beranda
  • Berita
  • Organisasi
  • Kebangsaan
  • Keislaman
  • Sosial
  • Rabthah
  • Siaran Pers
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Organisasi
  • Kebangsaan
  • Keislaman
  • Sosial
  • Rabthah
  • Siaran Pers
Follow US
  • Berita
  • Organisasi
  • Kebangsaan
  • Keislaman
  • Sosial
  • Rabthah
  • Opini
  • Siaran Pers
© WartaAhmadiyah
Siaran Pers

Siaran Pers: Dampak dan Solusi Perang di Timur Tengah

By Redaksi Published 30 Maret 2026 3 Views
Share
Siaran Pers Jemaat Ahmadiyah Indonesia menyikapi kondisi di Timur Tengah
SHARE

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

SIARAN PERS DAMPAK DAN SOLUSI PERANG DI TIMUR TENGAH

PERSATUAN DAN DOA: PERISAI BAGI UMAT

Menyikapi perang Iran melawan Amerika dan Israel, Khalifah Islam Ahmadiyah ,  Hazrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifatul Masih Al-Khamis ayyadahullāhu ta’ālā binashrihil ‘azīz, dalam Khutbah Jum’at pada tanggal 6 (enam) Maret 2026 di Masjid Mubarak, Islamabad, Tilford (Surrey), UK (United Kingdom of Britain/Britania Raya) mengatakan:

“Pesan yang dibawa oleh Hazrat Rasulullah saw. memiliki tujuan untuk beriman kepada Tuhan yang Maha Esa, beribadah kepada-Nya, untuk menegakkan tauhid-Nya dan berupaya sekuat tenaga untuknya, serta menunaikan hak-hak para hamba-Nya, dan kemudian hidup sebagai satu umat yang bersatu, yang saling bersaudara”.

Akan tetapi pada saat ini, meskipun umat Islam mengucapkan kalimat syahadat dan beriman kepada Lā ilāha illā Allāh Muḥammadur Rasūlullāh, namun di antara mereka terdapat perpecahan dan tidak ada persatuan. Amal perbuatan mereka bukanlah seperti ajaran yang mereka yakini. Akibatnya, jika kita merenungkan keadaan dunia Muslim saat ini, maka keadaannya sangat memprihatinkan.

Meskipun beberapa negara Islam memiliki sumber daya alam dan kekayaan, tapi di hadapan kekuatan-kekuatan dunia mereka tidak memiliki kedudukan apa-apa, dan tidak juga ada peran istimewa mereka dalam bidang kemajuan agama, dan tidak terlihat upaya yang seharusnya ada untuk mengamalkan ajaran-ajaran Islam.

Oleh karena itu pemerintah-pemerintah Muslim, para politisi, dan kerajaan-kerajaan seharusnya, alih-alih hanya memperoleh kepentingan pribadi mereka, berupayalah bahwa kita harus bersatu sebagai umat muslim dan untuk itu kita harus berupaya dengan sungguh-sungguh. Ketika hal ini terjadi, barulah kita dapat terselamatkan dari serangan-serangan dunia, barulah kita dapat menegakkan kehormatan kita, dan barulah kita dapat mencegah kekuatan-kekuatan anti-Islam merobek-robek kita dari dalam.

Untuk ini, kita juga harus merenungkan, pengaturan apa yang telah Allah Taala tetapkan di zaman ini?

Pengaturan Allah Ta’ala itu adalah bahwa Dia telah mengutus Masih Mau’ud (Al-Masih yang Dijanjikan) untuk membentuk satu ummatan wahidah. Ketika kita memikirkan hal ini, negara-negara dunia Islam, dan kaum Muslimin memikirkan hal ini, barulah mereka dapat terselamatkan dari fitnah-fitnah dan kerusakan-kerusakan yang bangkit menentang mereka.

Tentang keadaan dunia, kekuatan-kekuatan Barat itulah yang pertama kali menciptakan kerusakan di negara-negara Islam, kemudian secara perlahan-lahan, seraya terus meniup angin terhadap kerusakan ini, mereka terus menyebarkannya dari satu negara ke negara lainnya.

Rencana-rencana apa yang ada di balik ini sangatlah jelas bahwa mereka ingin menguasai sumber daya negara-negara tersebut melalui kekuatan mereka dan ingin membawanya ke bawah kendali mereka.

Meskipun beberapa negara Arab memiliki kekayaan sumber daya, , kekuatan-kekuatan Barat ini telah menjadikan mereka berada di bawah kekuasaan mereka. Kita harus selalu mengingat bahwa kekuatan-kekuatan Dajjal tidak pernah ingin melihat kaum Muslimin, hidup dengan damai dan tenteram. Agenda mereka yang sebenarnya memang adalah bahwa di dunia Muslim harus selalu tercipta kekisruhan.

Kekuatan-kekuatan Dajjal selalu menipu (dengan mengatakan) bahwa di negara-negara Arab, di mana terdapat kekayaan minyak atau sumber daya lainnya, kami membuat perjanjian dengan kalian untuk menegakkan perdamaian, tetapi pada kenyataannya rencana-rencana mereka yang sebenarnya adalah sesuatu yang lain yang hari ini telah terbuka dan tampak.

Dengan mengkaji perang-perang yang terjadi dewasa ini, yang sedang berlangsung di Timur Tengah, kita melihat dan hal ini menjadi sangat jelas bahwa Amerika telah mendirikan banyak pangkalan militernya di berbagai negara Muslim dengan membangun ilusi perlindungan atas ancaman kepada negara negara muslim tersebut padahal tujuan sebenarnya ingin menegakkan keunggulan mereka atas dunia non-Islam dan juga atas dunia Islam.

Iran selalu menjadi kekhawatiran dan karena perbedaan akidah, beberapa negara Muslim juga menentang Iran, yang kemudian ini dimanfaatkan oleh kekuatan-kekuatan ini, karena kebijakan Iran terhadap Israel lebih keras; oleh karena itu, mereka menganggap tepat bahwa negara-negara Arab dengan cara bagaimanapun harus dijinakkan dan di sana pangkalan-pangkalan didirikan agar perlindungan Israel dapat dipastikan; dan untuk menakut-nakuti Iran, kehadirannya dipertahankan.

Karena mereka berperang dengan Iran, maka Iran juga melakukan hal yang sama, yang hari ini kita saksikan, yakni Iran menargetkan pangkalan-pangkalan Amerika yang ada di negara-negara Arab dan menghancurkannya atau menimpakan kerugian padanya.

Seorang jurnalis Arab kemarin menulis bahwa orang-orang Arab harus berhati-hati karena semua serangan ini yang dituduhkan ke Iran, bukanlah Iran yang melakukannya, tetapi Amerika dan Israel sendiri juga dapat melakukannya. Pada suatu waktu Amerika dan Israel mungkin keluar dari perang ini dan dunia Muslim ini saling berperang satu sama lain, dan inilah yang mereka inginkan.

Khalifah Islam Ahmadiyah ke IV sebelumnya juga telah memberikan peringatan ini selama perang Irak bahwa sekarang fitnah ini akan terus menyebar di dunia. Kekacauan terjadi di dalamnya dan sejak itu ketidakamanan terus menerus terjadi di negara-negara Muslim lainnya, yang tidak dapat disangkal oleh siapa pun. Beberapa negara Muslim bahkan saling berperang satu sama lain, yang kita saksikan di dunia Muslim.

Sebagaimana saya katakan bahwa pertikaian ini disebarkan oleh kekuatan-kekuatan Barat, dan secara lahiriah tidak tampak ada kemungkinan untuk berhenti kecuali ada takdir khusus Allah Taala.

Bagaimanapun juga kita harus berdoa agar Allah Ta’ala melindungi dan menjaga dunia Muslim dari peperangan dan pertikaian ini dan dunia Muslim serta kaum Muslimin harus menjadi damai dan hidup sebagai saudara satu sama lain. Inilah ajaran Islam , bukan saling memenggal leher satu sama lain.

Kaum Muslim harus  menyadarkan kawan dan lawan untuk menghentikan mereka dari kezaliman. Kita harus memperingatkan mereka karena kezaliman ini sekarang semakin meningkat dari hari ke hari sehingga tampak bahwa perang besar dalam skala luas akan terjadi. Bahkan, menurut beberapa analis Barat perang dunia telah dimulai, saya pun mengatakan hal yang sama bahwa perang dunia telah dimulai.

Jika dunia Muslim memahami hal ini, dan berkata kepada para pendukung mereka yang ada di negara-negara Barat dan kekuatan-kekuatan besar bahwa untuk menegakkan perdamaian harus bertindak dengan keadilan, hanya dengan begitu kita dapat menegakkan perdamaian di dunia.

Ketika perang terjadi, kerugian ada di kedua belah pihak. Sekarang perang yang terjadi di Timur Tengah, secara lisan perang ini dimulai oleh Amerika dengan menyerang Iran, tetapi Iran telah memberikan peringatan dengan jelas sebelumnya bahwa jika mereka diserang, maka pangkalan-pangkalan Amerika yang ada di negara-negara Arab, yang mereka bangun untuk tujuan tertentu dan sekarang mereka juga sedang mencapai tujuan tersebut, Iran akan menyerang pangkalan-pangkalan tersebut. Iran telah mengatakan dengan jelas.

Kemudian ketika perang dimulai, maka Iran dibom, kota-kota mereka dihancurkan, orang-orang yang tidak bersalah dan anak-anak dibunuh. Tempat tinggal pemimpin rohani mereka diserang dan kehidupan sebagian besar anggota keluarga mereka diakhiri.

Kekuatan-kekuatan ini berpikir, dan meneriakkan slogan-slogan bahwa mereka akan mengakhiri rezim ini, lalu orang-orang Iran akan mendapatkan kebebasan. Akan tetapi, apa pengaruh yang ditimbulkan dari hal ini? Mereka yang sedikit banyak juga merupakan penentang sebelumnya, sekarang justru berpihak kepadanya; dan karena [serangan] itu, pemimpinnya yang bernama Tuan Ali Khamenei, lantas diberi kedudukan syahid, dan karena kedudukan syahid ini kehormatannya di tengah bangsanya semakin meningkat. Anak-anak beliau juga dibunuh, seluruh keluarganya dibunuh. Maka kezaliman yang terjadi ini bukannya mengubah rezim, tetapi justru penghormatan terhadapnya semakin meningkat.

Bagaimanapun juga, Iran pun, sebagai reaksi, menyerang pangkalan-pangkalan di negara-negara Arab yang merupakan pangkalan kekuatan-kekuatan Barat dan Amerika. Selain itu ada beberapa tempat seperti sumur-sumur minyak dan sebagainya di mana Amerika mulai memberikan ancaman bahwa jika Iran menyerang wilayah minyak tertentu di Arab Saudi, maka mereka akan melakukan hal ini, dan di beberapa tempat lain juga dikatakan bahwa itu telah diserang sehingga mereka akan melakukan ini dan itu. Atas hal ini Iran dengan jelas menjawab bahwa mereka tidak menyerang tempat-tempat seperti itu dan tidak memiliki niat seperti itu. Ini adalah satu tipu muslihat lagi untuk menimbulkan kebencian di antara hati sesama kaum Muslimin. Peperangan memang sudah terjadi sejak awal, ini hanyalah upaya untuk lebih menyulut kebencian-kebencian tersebut dengan mengatakan demikian dan sebagaimana sebelumnya saya telah membacakan pernyataan seorang jurnalis, dia mengatakan bahwa mungkin saja mereka sendiri menimbulkan kerusakan dan menuduh nama Iran.

Sebagaimana telah saya sampaikan, dalam kondisi seperti ini, dunia muslim harus mengambil langkah dengan sangat hati-hati. Hendaknya pemerintah-pemerintah muslim sekarang juga menyadari dan tidak hanya mementingkan kepentingan negara mereka sendiri, tetapi mengutamakan kepentingan umat Islam dan jangan sampai melakukan pengkhianatan dalam bentuk apa pun. Dengan ini, maka hingga batas tertentu kondisi dunia masih dapat diselamatkan.

Negara-negara Arab di Timur Tengah, meskipun sebagian dari mereka memiliki kekayaan minyak, namun mereka tidak memiliki kemampuan pertahanan dan industri mereka pun tidak berkembang. Hanya dengan kekayaan minyak, atau di beberapa tempat hanya dengan memajukan dan mengembangkan pariwisata, tidak dapat mencapai kemajuan. Ketergantungan mereka sepenuhnya pada dunia Barat dan kekuatan-kekuatan Barat, sebagaimana telah saya katakan bahwa dengan memanfaatkan kelemahan mereka inilah kekuatan-kekuatan Barat telah mendirikan pangkalan-pangkalan mereka di sana.

Kemudian ketika perang melawan Iran dimulai, maka Iran juga memulai serangan, bukan serangan terhadap negara-negara Arab, tetapi serangan dilakukan terhadap pangkalan-pangkalan Amerika. Namun, sekarang kesan yang diberikan kepada negara-negara Arab adalah bahwa mereka yang diserang.

Sebagaimana telah jelas, sekarang perang ini telah mengambil bentuk yang mengerikan. Beberapa analis bahkan menulis bahwa dari segi ekonomi, Amerika mengalami kerugian, namun ini hanyalah satu pemikiran. Kekuatan-kekuatan ini sejak awal sudah memperhitungkan segala sesuatunya dan mengambil penilaian menyeluruh. Mereka telah memilih semua ini dan saya tidak berpikir bahwa kekuatan-kekuatan ini akan benar-benar menanggung kerugian ini pada diri mereka sendiri, tetapi mereka akan meminta uang ini dari negara-negara Arab tersebut dengan mengatakan, “Kami sedang berupaya mempertahankan kalian.”

Di satu sisi sumur-sumur minyak mereka menjadi ditutup, inflasi meningkat, dan produksi minyak berkurang, lalu di sisi lain mereka juga harus menutup kerugian ini yang akan membuat cadangan mereka sangat berkurang atau habis. Pada akhirnya ekonomi dunia Arab akan mengalami kerugian yang sangat besar. Meskipun dunia Barat atau kekuatan-kekuatan besar juga akan mengalami kerugian, namun kerugian terbesar akan menimpa orang-orang Arab dan mereka bahkan sekarang juga harus memahami hal ini.

Sekarang kita melihat bahwa Presiden Amerika saat ini sedang mewujudkan kebijakan pemerintah-pemerintah mereka yang sebelumnya. Ini bukan hanya kebijakan pemerintah saat ini, karena sejak dahulu kebijakan mereka selalu seperti ini, yakni di mana pun mereka menginginkan, mereka merebut sumber dayanya secara paksa dan kemudian dengan dalih tertentu mereka berusaha menciptakan pembenaran bahwa ini atau itu adalah alasannya; bahkan sekarang Wakil Presiden Amerika yang saat ini menjabat telah mengatakan sampai sejauh ini, “Jika negara-negara itu tidak bergabung dengan kami, maka kami akan merebut sumber daya mereka secara paksa dan akan membuat mereka bergabung dengan kami.” Negara-negara yang tidak bergabung dalam perang dikenakan pembatasan dan sanksi.

Bagaimanapun juga, kesimpulannya adalah bahwa di negara-negara ini, meskipun Amerika memang sudah memiliki monopoli sampai batas tertentu sejak sebelumnya, tetapi sekarang dengan memasukkan Israel secara terang-terangan, monopoli ini sedang diperkuat. Negara-negara Arab dan Islam tidak memahami bahwa dengan kekerasan, intimidasi, cara-cara yang keji dan tipu daya dajjal, kita sedang dijebak ke suatu tempat dengan sedemikian rupa di mana kita berperang dengan sesama negara Muslim. Orang-orang Islam sedang diadu dengan orang-orang Islam lainnya.

Bagaimanapun juga, sekarang Rusia dan Tiongkok juga sedang membentuk blok mereka dan hal ini jelas bahwa blok-blok yang sekarang sedang dibentuk akan bertambah di masa depan atau akan mengalami perluasan dan akan terus terbentuk lebih banyak lagi dan akan menjadi kuat. Dunia Islam sekarang akan tetap menjadi medan perang karena mereka memiliki sumber daya yang ingin dikuasai oleh orang-orang ini. Seandainya orang-orang Islam memahami hal ini dan menggunakan akal pikiran.

Mereka memiliki kekuatan tertentu dan perang ini bisa berlangsung lama meskipun kerugiannya akan menimpa ekonomi seluruh dunia, tetapi dampaknya akan sangat besar terhadap dunia Muslim. Akan tetapi, hal yang paling besar dan menyedihkan adalah bahwa dalam hal ini darah Muslim ditumpahkan oleh Muslim sendiri.

Bagaimanapun, kaum Muslimin harus takut kepada azab Allah Taala. Ratusan anak-anak dibunuh. Ratusan orang yang tidak bersalah dibunuh. Jika kita melihat ke negara-negara Barat, para kolumnis di sana mulai menulis bahwa jika terjadi serangan kepada Israel atau Amerika atau di negara Barat mana pun, dan di sana anak-anak terbunuh, maka kolom demi kolom akan ditulis di surat kabar dan akan terus ada selama beberapa hari,

tetapi di sini, sebuah sekolah dibom dan ratusan anak-anak dibunuh, namun tidak ada seorang pun di sana yang mengatakan apa-apa. Sebelumnya mereka melakukan ini di Palestina dan sekarang hal yang sama terjadi di Iran juga. Tampaknya menurut mereka nyawa seorang Muslim tidak memiliki nilai apa pun.

Bagaimanapun, semoga Allah Taala memberikan pemahaman kepada kaum Muslimin agar mereka menggunakan akal dan berusaha menyelesaikan masalah dengan duduk bersama. Ketika mereka adalah orang-orang yang mengaku bertauhid, maka mereka harus bersatu untuk menegakkan tauhid. Hazrat Rasulullah saw. begitu berhati-hati dan begitu penuh kasih sayang sehingga ketika para Sahabat terkadang menyebutkan di hadapan beliau saw. bahwa seseorang adalah munafik, maka beliau saw. bersabda, “Selama dia mengucapkan Lā ilāha illā Allāh, aku tidak dapat mengatakan apa pun kepadanya dan kalian pun jangan menyebutnya munafik.”

Jadi, bertengkar karena hal-hal kecil sebenarnya adalah hal yang merugikan diri sendiri. Semoga Allah Taala juga memberikan pemahaman kepada dunia Muslim mengenai hal ini. Semoga mereka sekarang juga memahami dan tidak berbalik melawan Iran hanya karena perbedaan keyakinan. Islam datang untuk menegakkan tauhid. Oleh karena itu, upaya untuk ini harus dilakukan. Janganlah menganggap kekuatan-kekuatan besar sebagai Tuhan kalian karena kekuatan yang kekal hanyalah milik Allah Taala.

Jika kekuatan-kekuatan besar ini dianggap sebagai segalanya, maka orang-orang ini satu persatu akan menguasai seluruh dunia Islam dan pemerintahan-pemerintahan yang ada pun akan berakhir. Maka sekarang masih ada waktu, perlu untuk sadar, condongkanlah diri kepada Allah Taala. Orang-orang duniawi ini telah merusak kedamaian dan ketenteraman dunia dan khususnya kedamaian dan ketentraman dunia Muslim, dan mereka akan terus melakukannya di masa depan.

Dalam Al-Qur’an, Allah Taala memberikan petunjuk kepada kaum Muslimin dengan berfirman:

وَإِن طَآئِفَتَانِ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱقۡتَتَلُواْ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَهُمَا ۖ فَإِنۢ بَغَتۡ إِحۡدَىٰهُمَا عَلَى ٱلۡأُخۡرَىٰ فَقَٰتِلُواْ ٱلَّتِي تَبۡغِي حَتَّىٰ تَفِيٓءَ إِلَىٰٓ أَمۡرِ ٱللَّهِ ۚ فَإِن فَآءَتۡ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَهُمَا بِٱلۡعَدۡلِ وَأَقۡسِطُوٓاْ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُقۡسِطِينَ

Yakni, jika dua kelompok dari kalangan orang-orang beriman saling berperang, maka damaikanlah di antara keduanya; kemudian jika setelah perdamaian terjadi, salah satu dari keduanya menyerang yang lain, maka bersatulah semua untuk berperang melawan penyerang itu hingga mereka kembali kepada hukum-hukum Allah; kemudian jika mereka kembali kepada hukum-hukum Allah, maka damaikanlah di antara kedua pihak yang berperang itu dengan adil dan jagalah keadilan; sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (Al-Hujurat: 10)

Jadi, inilah gambaran, inilah poin sangat penting untuk kedamaian dunia, dan dunia Muslim khususnya harus mengamalkannya karena Allah Taala telah memberikan petunjuk yang jelas bagi mereka dalam Al-Qur’an. Maka penuhilah prinsip keadilan dan kebenaran, dan organisasi negara-negara Islam juga harus menjalankan perannya dalam hal ini.

Maka semua negara Muslim perlu duduk bersama dengan menyatukan kepala.

Demikian pula Allah Taala selanjutnya berfirman di ayat ini:

إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةٞ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَ أَخَوَيۡكُمۡ ۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ

Yakni, orang-orang beriman itu bersaudara. Maka damaikanlah di antara dua saudaramu yang saling berperang dan bertakwalah kepada Allah agar kamu diberi rahmat. (Al-Hujurat: 11)

Jika di antara kaum Muslimin terjadi perselisihan, sebagaimana dikatakan bahwa ada perselisihan antara Iran dan beberapa negara Arab atau ada perselisihan di negara-negara Muslim lainnya, maka mereka harus mengingat bahwa hubungan utama di antara mereka adalah ukhuwah islamiah (persaudaraan Islam). Perselisihan-perselisihan kecil tidak boleh menjadi penyebab untuk memutuskan persaudaraan Islam ini dan negara-negara Muslim harus memberikan perhatian khusus pada hal ini, jika tidak, maka sebagaimana telah saya katakan bahwa kekuatan-kekuatan anti-Islam akan mengambil keuntungan darinya.

Maka negara-negara Arab dan juga pemerintah Iran harus mencari solusi perdamaian. China dan beberapa negara lain yang di dalamnya Pakistan juga termasuk. Mereka telah menawarkan untuk menjalankan peran mereka untuk perdamaian. Semoga dunia Muslim memahami hal ini. Semoga Allah Taala memberi pemahaman kepada mereka.

Bagaimanapun juga, pekerjaan kita hanyalah ini, yaitu kita berdoa khususnya untuk dunia Muslim dan untuk orang-orang yang tak bersalah ini. Semoga Allah Taala memberi mereka akal sehingga kedamaian dapat tercipta di dunia dan khususnya di dunia Muslim, seorang Muslim tidak menjadi pemotong leher Muslim lainnya. Orang-orang ini, yang saling berperang dan dengan cara yang keliru saling membunuh satu sama lain, dengan perbuatan ini mereka menjadi sasaran kemurkaan Allah Taala. Oleh karena itu, perlu memberikan perhatian khusus terhadap hal ini dan untuk ini kita khususnya memerlukan doa. Semoga Allah Taala juga menganugerahkan kepada kita taufik untuk berdoa dalam artian yang hakiki.

LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE
Jakarta, 27 Maret 2026

Zaki Firdaus Syahid S.T, M.T

Amir Nasional

Email                     : [email protected]
Nara Hubung      : Yendra ( Juru Bicara ) 0812 806 7083
Website                  : wartaahmadiyah.org & ahmadiyah.id
Instagram             : @wartaahmadiyah

You Might Also Like

Profil Maulana Abdul Basit, Amir Nasional Ahmadiyah Indonesia Terlama

Peresmian Patung Lodaya Karya Maestro Nyoman Nuarta, Simbol Toleransi dan Pluralisme di Kabupaten Kuningan

Cerita Amir Nasional JAI Saat Berkunjung ke Papua Barat

Siaran Pers : Hadiri Konferensi Muslim Kanada, Perdana Menteri Kanada Apresiasi Peran Ahmadiyah Dalam Perdamaian

Siaran Pers: Melalui Ijtima Nasional, Pemuda Ahmadiyah Jadikan Momentum Semangat Membangun Desa

TAGGED:jemaat Ahmadiyah Indonesiasiaran perstimur tengah
By Redaksi
Follow:
MEDIA INFORMASI JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA
Previous Article GDDN Ramadhan 2026 Himpun 600 Lebih Kantong Darah, Dari DKI Jakarta hingga Sultra
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Warta Ahmadiyah

Warta Ahmadiyah merupakan sumber resmi Jemaat Ahmadiyah Indonesia yang menyajikan ragam informasi seputar kegiatan dan pandangan Ahmadiyah mengenai berbagai hal.

Kategori

  • Berita
  • Organisasi
  • Kebangsaan
  • Keislaman
  • Sosial
  • Rabthah
  • Opini
  • Siaran Pers

Informasi

  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Berita

Copyright © 2025 wartaahmadiyah.org All rights reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?