Khalifah Islam Ahmadiyah Tekankan Pentingnya Kekuatan Doa di Tengah Ancaman Perang Dunia ke-3

Talhah Lukman ABerita2 min
HUZUR
Khalifah Islam Ahmadiyah, Hazrat Mirza Masroor Ahmad aba saat menyampaikan khutbah jumat. (makhzan e tasaweer)
A-AA+A++

Inggris, Warta Ahmadiyah– Khalifah Islam Ahmadiyah, Hazrat Mirza Masroor Ahmad menyoroti kondisi dunia saat ini.

Perang yang berkecamuk, terutama di kawasan Timur Tengah menjadi perhatian khalifah.

Dalam khutbah jumat pada 6 Maret 2026 di Masjid Baitul Futuh, Inggris, Hazrat Mirza Masroor Ahmad menyoroti negara-negara Islam dan masyarakatnya.

Baca juga: Jemaat Ahmadiyah DIY Hadiri Sahur Keliling Sinta Nuriyah, Istri Gus Dur Serukan Persatuan

“Kenyataannya hari ini, meskipun mengaku mengucapkan kalimat syahadat, kita tidak bersatu,” ujarnya.

“Perbuatan kita tidak mencerminkan ajaran yang kita akui sebagai pedoman,” tambah Hazrat Mirza Masroor Ahmad.

Alhasil dalam pandangan Hazrat Mirza Masroor Ahmad, kurangnya persatuan tersebut menjadi sebab kondisi dunia saat ini yang sangat memprihatinkan.

Baca juga: Pemimpin Muslim Dunia Mengecam Campur Tangan Barat di Negara-Negara Muslim dan Mendesak Negara-negara Muslim Bersatu

Negara-negara muslim di Timur Tengah, menurut pandangan Khalifah Muslim Ahmadiyah tidak mempunyai kedudukan di hadapan negara barat.

Selain itu para pemimpin negara-negara bercorak Islam tidak mengamalkan ajaran agama secara menyeluruh.

“Mereka juga tidak memainkan peran yang menonjol dalam menyebarkan ajaran agama Islam, dan tidak terlihat upaya yang sungguh-sungguh untuk mengamalkan ajaran Islam,” ungkap Hazrat Mirza Masroor Ahmad.

Baca juga: Ajarkan Kebaikan, Lajnah Imaillah Papua Ajak Anak-Anak Berbagi Takjil ke Warga

Ajak Pemimpin Negara-Negara Islam Bersatu

Selanjutnya, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengajak para pemimpin negara-negara Islam dan masyarkatnya untuk bersatu.

“Umat Islam seharusnya berusaha sekuat tenaga untuk bersatu sebagai satu umat,” ujar Khalifah Islam Ahmadiyah.

“Dengan persatuan yang kuat, berbagai tantangan, tekanan, maupun perpecahan dapat dihadapi secara bersama dan lebih bijaksana,” tambah Hazrat Mirza Masroor Ahmad.

Persatuan, dalam pandangan khalifah merupakan benteng untuk melindungi diri dari berbagai serangan dunia yang dapat melemahkan umat.

“Ketika umat saling mendukung dan menjaga solidaritas, kekuatan kolektif akan terbentuk secara alami,” tutup Hazrat Mirza Masroor Ahmad. *