Jakarta, Warta Ahmadiyah– Gerakan Donor Darah Nasional (GDDN) Ramadhan 2026 mulai digelar secara terstruktur di berbagai wilayah Indonesia.
Program kemanusiaan ini berhasil menghimpun 644 kantong darah dari total 837 partisipan, berdasarkan rekapitulasi sementara dari sejumlah titik kegiatan di daerah.
Kegiatan donor darah ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan stok darah nasional, terutama selama bulan suci Ramadhan yang biasanya mengalami penurunan jumlah pendonor.
Baca juga: Berbagi Takjil, Lajnah Imaillah Cigintung Tebar Kebaikan
Melalui program ini, berbagai komunitas, relawan, serta masyarakat umum diajak berpartisipasi aktif membantu kebutuhan darah di rumah sakit dan fasilitas kesehatan.
Pada tahun ini, GDDN Ramadhan mengusung tema ‘Ramadhan Menguatkan, Donor Darah Menyelamatkan’.
Tema tersebut dipadukan dengan kampanye Superhero Ramadhan, yang mengajak masyarakat memandang aksi donor darah sebagai tindakan sederhana namun memiliki dampak besar dalam menyelamatkan nyawa.
Ketua GDDN, Suherman, menegaskan bahwa donor darah tetap dapat dilakukan dengan aman selama bulan puasa, asalkan mengikuti ketentuan kesehatan yang berlaku.
Ia menyebut Ramadhan justru menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Donor darah bukan hanya kegiatan medis, tetapi juga bentuk nyata kepedulian terhadap sesama. Melalui Ramadhan, kita ingin memperluas semangat berbagi yang berdampak langsung,” ujar Suherman dalam keterangannya.

Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Ciseeng Gelar Bazar Ramadhan dan Pengobatan Gratis untuk Warga
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengumpulkan kantong darah, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya donor darah secara rutin.
Partisipasi masyarakat dinilai sangat penting untuk menjaga stabilitas stok darah nasional.
Bukan hanya terpusat di Jakarta
Sejumlah wilayah tercatat memiliki tingkat partisipasi cukup tinggi dalam pelaksanaan GDDN Ramadhan tahun ini. DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sulawesi Tenggara menjadi beberapa daerah dengan jumlah pendonor yang cukup signifikan.
Tingginya partisipasi tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aksi kemanusiaan ini.
Selain fokus pada pengumpulan darah, GDDN Ramadhan juga membawa misi edukasi kesehatan.
Dalam setiap kegiatan, relawan dan tenaga kesehatan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai manfaat donor darah, baik bagi penerima maupun bagi pendonor.
Donor darah diketahui memiliki sejumlah manfaat kesehatan, seperti membantu menjaga sirkulasi darah, merangsang pembentukan sel darah baru, serta menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang berdampak positif bagi tubuh.
Melalui rangkaian kegiatan ini, GDDN berharap semakin banyak masyarakat yang menjadikan donor darah sebagai kebiasaan rutin.
Dengan begitu, kebutuhan darah di berbagai fasilitas kesehatan dapat terpenuhi secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat semangat solidaritas dan kepedulian sosial di bulan Ramadhan. *