Jakarta, Warta Ahmadiyah — Di tengah meningkatnya sentimen anti-Muslim dan polarisasi yang mewarnai ruang publik di sejumlah negara Eropa, puluhan ribu Muslim dari berbagai penjuru dunia kembali berkumpul dalam Jalsah Salanah UK 2026. Pertemuan tahunan internasional Jemaat Muslim Ahmadiyah itu menghadirkan pesan yang berbeda: Islam dibangun di atas nilai perdamaian, keadilan, dan penghormatan terhadap sesama.
Dalam beberapa tahun terakhir, Inggris menghadapi peningkatan kasus kebencian terhadap Muslim yang dipicu berbagai faktor, mulai dari isu imigrasi, polarisasi politik, hingga penyebaran disinformasi di media sosial. Di tengah situasi tersebut, Jalsah Salanah kembali mempertemukan lebih dari 50.000 peserta dari lebih dari 100 negara dalam suasana ibadah, pembinaan rohani, dan persaudaraan lintas bangsa.
Menjelang penyelenggaraan Jalsah Salanah, Khalifatul Masih V, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, menegaskan bahwa meningkatnya kesalahpahaman terhadap Islam justru menjadi alasan penting untuk menghadirkan teladan yang nyata kepada masyarakat.
Baca juga: Jejak Seabad Dakwah Islam di Eropa, Tokoh Nasional Kunjungi Masjid Ahmadiyah di London
“Di saat kesalahpahaman terhadap Islam dan permusuhan terhadap umat Muslim semakin meningkat di berbagai belahan dunia, Jalsah Salanah menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk memperkenalkan ajaran Islam yang sesungguhnya, yaitu ajaran yang membawa perdamaian, keamanan, dan kebaikan bagi seluruh umat manusia.”
Menurut Huzur, Jalsah Salanah bukan sekadar pertemuan tahunan, melainkan demonstrasi nyata ajaran Islam yang damai, di mana peserta dari berbagai bangsa, budaya, dan bahkan latar belakang agama dapat berkumpul dalam suasana saling menghormati dan hidup berdampingan.
Pesan tersebut sejalan dengan prinsip Islam yang menempatkan keadilan sebagai fondasi perdamaian. Dalam pidato National Peace Symposium 2026, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengingatkan bahwa perdamaian yang berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila setiap pihak menjunjung keadilan tanpa membedakan agama, bangsa, maupun latar belakang.
Baca juga: Dari Ladang Pertanian Menjadi Simbol Persatuan Umat, Sejarah Hadiqatul Mahdi
“Keadilan adalah prinsip universal yang menjadi jaminan bagi terwujudnya perdamaian di setiap lapisan masyarakat serta di antara para pemeluk semua agama dan keyakinan.”
Selama tiga hari pelaksanaan, Jalsah Salanah menghadirkan berbagai sesi keagamaan, dialog, pendidikan, serta pelayanan yang seluruhnya dijalankan oleh ribuan relawan. Tidak ada seruan kebencian maupun permusuhan. Sebaliknya, peserta diajak memperkuat hubungan dengan Allah, meningkatkan akhlak, serta membangun kepedulian terhadap sesama manusia.

Tidak ada Respon