Hampshire, Warta Ahmadiyah — Di tengah derasnya informasi dan beragam pandangan tentang kelompok keagamaan, Ahmad Fuad Fanani memilih satu cara yang menurutnya paling sederhana: datang dan melihat sendiri. Pilihan itu membawanya menghadiri Jalsah Salanah UK 2026, pertemuan tahunan internasional Jemaat Muslim Ahmadiyah di Hampshire, Inggris.
Bagi Tenaga Ahli Utama Kedeputian I Kantor Staf Presiden Republik Indonesia sekaligus dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta tersebut, pengalaman langsung sering kali memberikan pemahaman yang tidak dapat digantikan oleh opini atau pemberitaan.
“Saya ingin melihat sendiri bagaimana kehidupan Jemaat Ahmadiyah melalui pengalaman langsung, bukan hanya dari cerita orang lain,” ujarnya.
Baca juga: Ketua Komnas Perempuan RI temukan optimisme Pemberdayaan Perempuan dari Sebuah Pertemuan Umat Islam di Inggris
Fuad mengaku sebenarnya telah mengenal Ahmadiyah sejak menjadi mahasiswa di Jakarta pada awal 2000-an. Namun hubungan yang lebih dekat mulai terbangun ketika ia berdiskusi dengan sejumlah intelektual Ahmadi, mengikuti berbagai forum, hingga menghadiri Jalsah Salanah di Kanada.
Pengalaman-pengalaman itu membuatnya semakin yakin bahwa dialog merupakan cara terbaik untuk memahami perbedaan.
Menurutnya, hanya Tuhan yang berhak menghakimi keyakinan seseorang. Karena itu, masyarakat seharusnya lebih mengedepankan perjumpaan, kerja sama, dan saling mengenal daripada membangun prasangka.
Baca juga: Tokoh Indonesia Terima Pesan Perdamaian dari Khalifah Muslim Ahmadiyah
“Kita harus membangun hubungan dan kemitraan dengan Ahmadiyah karena pada dasarnya kita sama-sama pengikut Nabi Muhammad saw.,” katanya.
Selama mengikuti Jalsah Salanah UK 2026, Fuad melihat ribuan peserta dari berbagai negara berkumpul dalam suasana yang tertib, saling melayani, dan menghormati satu sama lain. Baginya, pengalaman tersebut memberikan perspektif baru tentang pentingnya membangun hubungan antarmanusia melalui dialog yang terbuka.
Ia berharap semakin banyak ruang perjumpaan seperti ini yang memungkinkan masyarakat saling mengenal secara langsung. Sebab, menurutnya, pemahaman yang lahir dari pengalaman sering kali jauh lebih kuat dibanding penilaian yang dibangun dari kejauhan.

Tidak ada Respon