London, Warta Ahmadiyah — Perjalanan menuju Jalsah Salanah UK 2026 tidak hanya menjadi kesempatan menghadiri pertemuan internasional umat Islam, tetapi juga menelusuri sejarah perkembangan Islam di Eropa. Sejumlah tokoh nasional Indonesia mengunjungi Masjid Fazl dan Masjid Baitul Futuh di London, dua masjid yang menjadi bagian penting dari perjalanan dakwah Jemaat Muslim Ahmadiyah di Inggris selama lebih dari satu abad.
Rombongan terdiri atas Maria Ulfah Anshor, Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) sekaligus tokoh Fatayat Nahdlatul Ulama, Halili Hasan, Direktur Eksekutif SETARA Institute, Farid Fachruddin Saenong, Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Moderasi Beragama sekaligus dosen Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), serta pengurus Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia.
Kunjungan diawali ke Masjid Fazl, masjid yang diresmikan pada 1926 dan dikenal sebagai masjid pertama yang dibangun secara khusus di London. Selama puluhan tahun, masjid ini menjadi pusat aktivitas dakwah Islam Jemaat Muslim Ahmadiyah di Inggris sekaligus markas kepemimpinan internasional sebelum kemudian berpindah ke Islamabad, Surrey.
Baca juga: Dari Ladang Pertanian Menjadi Simbol Persatuan Umat, Sejarah Hadiqatul Mahdi
Dari Masjid Fazl, rombongan melanjutkan kunjungan ke Masjid Baitul Futuh, salah satu masjid terbesar di Eropa Barat yang diresmikan pada 2003. Selain menjadi pusat ibadah, masjid ini dikenal sebagai ruang penyelenggaraan berbagai dialog lintas agama, kegiatan sosial, serta forum kemasyarakatan yang melibatkan beragam kalangan di Inggris.
Bagi para tamu, kunjungan tersebut menghadirkan perspektif yang lebih utuh mengenai perjalanan Islam di Eropa. Mereka tidak hanya melihat bangunan bersejarah, tetapi juga menyaksikan bagaimana dakwah Islam dikembangkan melalui pendidikan, dialog, pelayanan sosial, dan keterbukaan kepada masyarakat.
Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili Hasan, menilai kunjungan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk memahami bagaimana nilai-nilai perdamaian dipraktikkan dalam kehidupan sebuah komunitas Muslim yang telah hadir selama lebih dari satu abad di Inggris.
Baca juga: JAI Ajak Tokoh Lintas Organisasi Hadiri Jalsah Salanah UK 2026, Perkuat Dialog dan Saling Pengertian
“Saya ingin melihat bagaimana sebuah komunitas tetap bertahan dan terus membangun perdamaian di tengah keberagaman. Pengalaman seperti ini menjadi pelajaran penting tentang bagaimana nilai-nilai kemanusiaan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Maria Ulfah Anshor mengaku kunjungan tersebut memiliki makna tersendiri sebagai bagian dari perjalanan panjang dialog dan persahabatan yang telah terjalin selama ini.
Kunjungan ke Masjid Fazl dan Masjid Baitul Futuh menjadi pembuka rangkaian keikutsertaan rombongan Indonesia dalam Jalsah Salanah UK 2026. Dari dua masjid yang menjadi tonggak penting sejarah Islam di Inggris tersebut, para tokoh diajak melihat bagaimana penyebaran Islam di Eropa berkembang melalui dakwah yang mengedepankan ilmu pengetahuan, pelayanan kepada masyarakat, dialog, serta semangat persaudaraan lintas bangsa.

Tidak ada Respon