Jakarta, Warta Ahamdiyah- Belajar aksi nyata kemanusiaan dari lapangan, Badan Penyelenggara Tasyakur (BPT) bersama mahasiswa Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) menyambangi kantor Humanity First Indonesia di Jakarta,Kamis, 9 April 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta yang berasal dari Universitas Pembangunan Jaya serta sejumlah anak muda Jemaat Ahmadiyah Indonesia.
Mereka belajar arti kemanusiaan di kantor Humanity First Indonesia, Tomang, Jakarta Barat.
Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Gunungkidul Aktif dalam FGD Kesehatan Mental Bersama Tokoh Lintas Agama
Center of Insight, Relations, Culture and Learning Experience atau dikenal dengan Circle merupakan program dari BPT.
Dimana Circle menjadi wadah bagi generasi muda Ahmadi untuk belajar, bertukar gagasan dan terlibat dalam aksi sosial yang bermakna.
Program dirancang agar proses belajar terasa relevan, membumi serta mendorong para generasi muda untuk bergerak melampaui sekedar wacana.
Baca juga: Lajnah Imaillah Tasikmalaya Hadiri Diskusi Hari Perempuan Sedunia, Bahas Permasalahan Sosial
Circle telah melaksanakan batch 1 dalam kegiatan bedah buku konflik Timur Tengah yang berjudul Krisis Teluk dan Tatanan Dunia Baru.
Dalam Batch 2, Circle bersama Humanity First Indonesia mengajak teman-teman Universitas Pembangunan Jaya bersama-sama belajar langsung arti dan kontribusi nyata kemanusiaan.
Rangkaian kegiatan dikemas dengan menarik. Culture walk, volunteer pathway menjadi bagian rangkaian dari kegiatan ini.
Baca juga: Acara Buka Puasa Lintas Iman, Jemaat Ahmadiyah Makassar Turut Gaungkan Persaudaraan
Materi disajikan dengan menarik oleh Ahmad Masihuddin, Shakeel Ahmad dan Agil Cahyo sebagai perwakilan dari Humanity First Indonesia.
Vice President Humanity First Indonesia, Ahmad Masihuddinmengenalkan arti kemanusiaan dan apa itu piagam kemanusiaan kepada para peserta.
Kegiatan Live In ini dirancang bukan sekadar sebagai kunjungan seremonial, melainkan sebagai titik awal keterlibatan nyata anak muda dalam dunia kerelawanan dan kemanusiaan.
Live In di kantor Humanity First Indonesia hadir sebagai respons atas kebutuhan tersebut.
Melalui kunjungan langsung, peserta diajak untuk memahami dari dalam bagaimana sebuah NGO internasional dengan operasi di lebih dari 50 negara menjalankan program-programnya. Mulai dari tata kelola, koordinasi relawan, hingga dampak di lapangan. *
Kontributor: Deslia Nisrina Hanifa
Editor: Talhah Lukman A