Gunungkidul, Warta Ahmadiyah- Jemaat Ahmadiyah Gunungkidul turut ambil bagian dalam forum diskusi kelompok (FGD) kesehatan mental.
Sebuah diskusi yang melibatkan tokoh lintas agama, sebagai upaya memperkuat kolaborasi dan kepedulian terhadap isu kesehatan jiwa di masyarakat.
Kegiatan fokus group discussion (FGD) kesehatan mental yang diselenggarakan oleh Pusat Rehabilitasi Yakkum Jogjakarta pada 16 Maret 2026 di Aula Warung Sego Abang, Gunungkidul.
Baca juga: Buka Puasa Bersama Jemaat Ahmadiyah Bogor Dihadiri FKUB
Kegiatan ini dipimpin oleh ketua panitia, Aris Munandar dan dihadiri oleh 12 peserta yang merupakan pemuka agama serta perwakilan organisasi dan komunitas keagamaan maupun kepercayaan di wilayah Gunungkidul.
FGD ini bertujuan untuk menghimpun pendapat dan usulan dari berbagai tokoh lintas agama, yang nantinya akan diselaraskan dengan konteks sosial, budaya, serta kebutuhan masyarakat Gunungkidul.
Dalam hal khususnya dalam menghadapi isu kesehatan mental yang kian meningkat, termasuk upaya pencegahan bunuh diri.
Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Manado Perkuat Solidaritas Antarumat di Perayaan Satu Dasawarsa Laroma
Peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang. Di antaranya perwakilan NU, Aisyiyah, Jemaat Ahmadiyah melalui Lajnah Imaillah, PGI, GKJ wilayah Gunung Kidul, pegiat IMAJI, serta pemuka agama Buddha dan Katolik.
Keberagaman ini menjadi kekuatan dalam memperkaya sudut pandang dan solusi yang dihasilkan.
Dalam forum tersebut, perwakilan Jemaat Muslim Ahmadiyah Gunungkidul, yakni dari Lajnah Imaillah Gunungkidul turut berkontribusi aktif dengan memaparkan peran organisasi dalam merespons isu kesehatan mental, baik di internal jemaat maupun di masyarakat luas.
Baca juga: Soroti Sejarah Terjemah dan Tafsir di Indonesia, Seminar Al Quran Tasyakur JAI Sukses
Berbagai praktik dan contoh nyata disampaikan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung kesehatan mental berbasis komunitas.
Pihak Yakkum memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif seluruh peserta, khususnya peran Lajnah Imaillah yang dinilai progresif.
Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan, serta direncanakan adanya kunjungan dan silaturahmi lanjutan ke Jemaat di Gunung Kidul guna memperkuat kolaborasi dan implementasi program. *
Kontributor : Anna Muslimah
Editor: Talhah Lukman A