Jakarta, Warta Ahmadiyah — Hari Anak Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa pendidikan terbaik bagi anak tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman yang membentuk karakter. Salah satu gambaran menarik terlihat dalam penyelenggaraan Jalsah Salanah UK, ketika anak-anak turut mengambil bagian sebagai sukarelawan untuk membantu melayani puluhan ribu peserta yang datang dari berbagai negara.
Mereka menjalankan tugas sederhana sesuai usia, seperti membagikan air minum, membantu tamu menemukan lokasi, atau mendukung berbagai kebutuhan acara. Dari pengalaman tersebut, anak-anak belajar bahwa membantu orang lain adalah bagian dari tanggung jawab, kepedulian, dan pembentukan karakter.
Baca juga: Hari Anak Nasional 2026, Karakter Bangun Masa Depan Anak
Khalifah Muslim Ahmadiyah, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, berulang kali mengingatkan bahwa setiap orang yang terlibat dalam penyelenggaraan Jalsah hendaknya melayani peserta dengan kesabaran, keramahan, dan akhlak terbaik. Menurut beliau, sikap yang baik sering kali menjadi pesan yang lebih kuat daripada kata-kata.
Semangat membangun karakter melalui pengalaman nyata juga menjadi bagian dari pembinaan anak di lingkungan Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia. Berbagai kegiatan pendidikan dan pembinaan dirancang agar anak-anak tidak hanya bertambah pengetahuan, tetapi juga terbiasa bekerja sama, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, dan siap memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Baca juga: Islamabad, Rumah Khalifah dan Pusat Persatuan Muslim Ahmadi
Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Zaki Firdaus Syahid, mengingatkan bahwa pembentukan karakter anak dimulai dari keluarga melalui keteladanan orang tua.
Menurutnya, nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, kepedulian, dan semangat melayani perlu dibiasakan sejak usia dini agar menjadi bagian dari kepribadian anak ketika dewasa.
Momentum Hari Anak Nasional 2026 mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat bahwa membangun masa depan anak bukan hanya melalui pendidikan akademik, tetapi juga melalui pengalaman yang menumbuhkan empati, tanggung jawab, dan kebiasaan berbuat baik. Ketika anak-anak dibiasakan melayani dan peduli kepada sesama sejak dini, mereka sedang dipersiapkan menjadi generasi yang berkarakter dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat.

Tidak ada Respon