Jurnalis Asia Bahas Peliputan Agama dan Kehidupan Publik di Jakarta

Munadi AhmadNasional2 min
Peserta berasal dari 10 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Myanmar, India, Nepal, Bhutan, Sri Lanka, Bangladesh, dan Pakistan.
A-AA+A++

Jakarta, Warta Ahmadiyah — Jurnalis dari Asia Selatan dan Asia Tenggara mengikuti kegiatan Covering Religion and Public Life in Asia: Building Knowledge, Cross-Border Connections, and Collaboration di Novotel Jakarta Cikini, 10–12 September 2026. Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi The Media Project (TMP) dan Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK).

Peserta berasal dari 10 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Myanmar, India, Nepal, Bhutan, Sri Lanka, Bangladesh, dan Pakistan. Selama tiga hari, para peserta mengikuti sejumlah sesi yang membahas peliputan agama, kehidupan publik, serta isu-isu keagamaan di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Salah satu sesi membahas Mengapa Peliputan Agama Itu Penting, dengan fokus pada dampak peliputan agama yang bijak dan mendalam terhadap masyarakat. Sesi tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai posisi jurnalis dalam menyampaikan informasi tentang agama kepada publik.

Baca juga: Silaturahmi Lewat Literasi, 15 Pelajar Sambangi Peace Centre JAI Tasikmalaya

Pembahasan berlanjut melalui sesi Agama dalam Kehidupan Publik yang disertai tanya jawab dan diskusi. Peserta diajak memahami berbagai ranah kehidupan masyarakat yang berkaitan dengan agama, termasuk pengaruhnya terhadap kehidupan sosial, politik, dan budaya.

Perspektif dari berbagai negara kemudian dihimpun melalui sesi Lanskap Isu-Isu Terkait Agama di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Peserta dari 10 negara berbagi cerita dan perspektif mengenai isu agama di negara masing-masing sebagai bahan untuk melihat lanskap keagamaan di kawasan.

Peserta juga mengikuti sesi Memandang Agama Lewat Berbagai Lensa yang membahas cara meliput isu agama tanpa mengambil posisi sebagai penganut maupun pengkritik. Materi tersebut dilanjutkan dengan diskusi mengenai pendekatan dalam melihat dan memberitakan persoalan keagamaan.

Baca juga: Peringatan Siratun Nabi oleh Jemaat Ahamdiyah Bawang Digelar di Masjid An-Nur

Rangkaian kegiatan juga mencakup Pemetaan Agama di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Dalam sesi ini, peserta membahas identifikasi dua liputan transnasional utama yang akan menjadi bagian dari proyek kolaborasi jurnalistik lintas negara.

Kegiatan ditutup dengan pembahasan mengenai pentingnya literasi keagamaan lintas budaya. Sesi tersebut mengangkat bagaimana keragaman agama dapat berkontribusi pada kebaikan bersama di tengah kehidupan masyarakat yang semakin saling terhubung antarnegara.