Mendig, Jerman, Warta Ahmadiyah — Khalifah Islam Ahmadiyah V Hazrat Mirza Masroor Ahmad Aba mengingatkan para Ahmadi untuk menjaga keharmonisan demi menghindari sikap yang dapat memperpanjang perselisihan. Pesan tersebut disampaikan dalam Pidato Penutup Jalsa Salana Jerman 2026, 4–6 September.
Huzur menyampaikan bahwa perselisihan dan rasa tidak senang terkadang muncul di antara anggota Jemaat. Persoalan yang pada awalnya kecil dapat berkembang ketika seseorang mulai menyerang kehormatan orang lain.
“Dari persoalan yang sangat kecil, orang kemudian mulai menyerang kehormatan satu sama lain,” ungkapnya.
Baca juga: Perbaiki Diri untuk Mewujudkan Perubahan di Dunia
Menurutnya, mengakui kesalahan diri sendiri bukanlah sesuatu yang perlu dihindari. Sebaliknya, persoalan kecil hendaknya tidak diperbesar hingga mendorong seseorang mempermalukan atau merendahkan pihak lain.
Beliau mengingatkan bahwa Allah Ta’ala adalah Sattar, yakni Dia yang menutupi aib dan kesalahan. Karena itu, para Ahmadi hendaknya menunjukkan sikap serupa terhadap saudara-saudaranya.
“Allah adalah Sattar, Dia yang menutupi aib dan kesalahan. Karena itu, hamba-hamba-Nya juga hendaknya menunjukkan kasih sayang, memaafkan, dan menutupi kesalahan saudara-saudaranya,” jelasnya.
Baca juga: Perdamaian Harus Dimulai dari Rumah
Pimpinan Jemaat Muslim Ahmadiyah Internasional juga menjelaskan bahwa perselisihan kecil terkadang menjadi panjang karena seseorang lebih mengutamakan egonya sendiri. Sikap tersebut dapat membuat persoalan yang semestinya dapat diselesaikan justru terus berlarut.
Dalam hal ini, mereka yang telah menerima Syarat-Syarat Baiat diingatkan untuk meningkatkan standar dalam memaafkan dan berdamai. Sikap tersebut menjadi bagian dari tuntutan terhadap seorang Muslim Ahmadi.
“Mereka yang mengaku sebagai Muslim Ahmadi dan menerima Syarat-Syarat Baiat seharusnya justru meningkatkan standar mereka dalam hal memaafkan dan berdamai,” tegasnya.

Tidak ada Respon