Hari Demokrasi Internasional, Khalifah Tekankan Hak & Representasi Tanpa Diskriminasi

Munadi AhmadMancanegara2 min
Huzur Aba menjelaskan bahwa dalam sistem demokrasi, masyarakat berbicara mengenai hak-hak mereka dan mengharapkan pemimpin menjalankan representasi secara adil.
A-AA+A++

Jakarta, Warta Ahmadiyah — Hari Demokrasi Internasional diperingati setiap 15 September. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal tersebut sebagai momentum untuk meninjau kondisi demokrasi di dunia. Pada 2026, PBB mengangkat pentingnya partisipasi, dialog, dan keterlibatan beragam suara dalam pengambilan keputusan publik.

Dalam salah satu pidatonya, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifah Islam Ahmadiyah V, menjelaskan prinsip yang menurutnya mendasari masyarakat demokratis. Ia menyebut masyarakat mengharapkan pemimpin mewakili mereka secara adil dan tanpa diskriminasi.

“Mereka mengharapkan para pemimpin mereka mewakili mereka secara adil dan tanpa diskriminasi.”

Pernyataan tersebut disampaikan Huzur dalam Pan African Address pada 26 November 2011 dalam acara yang diselenggarakan Pan-African Association UK untuk memperingati kemerdekaan sejumlah negara Afrika. Dalam pidatonya, beliau membahas berbagai sistem pemerintahan serta pentingnya pemenuhan hak manusia.

Baca juga: Dua Perwakilan Warta Ahmadiyah Ikuti Forum Jurnalis Lintas Negara di Jakarta

Huzur Aba juga menjelaskan bahwa dalam sistem demokrasi, masyarakat berbicara mengenai hak-hak mereka dan mengharapkan pemimpin menjalankan representasi secara adil. Namun, ia mengingatkan bahwa keberadaan sistem demokrasi tidak otomatis membuat seluruh kebijakan selalu memenuhi standar keadilan.

Pandangan tersebut sejalan dengan penjelasan PBB bahwa demokrasi bukan hanya sebuah tujuan, tetapi juga sebuah proses yang membutuhkan partisipasi masyarakat, pemerintah, masyarakat sipil, dan individu. PBB juga menempatkan demokrasi sebagai salah satu nilai inti yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia.

Di Indonesia, pembahasan mengenai kebangsaan dan kontribusi masyarakat menjadi salah satu materi dalam Sarasehan Wawasan Kebangsaan yang digelar Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia di Baitul ‘Affiyat, Kemang, Bogor, pada 23 Agustus 2026 lalu.

Baca juga: Jurnalis Asia Bahas Peliputan Agama dan Kehidupan Publik di Jakarta

Dalam kegiatan tersebut, Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia Zaki Firdaus Syahid mengajak anggota Jemaat, khususnya generasi muda, untuk terus mencintai Indonesia.

“Pesan saya kepada para anggota Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, khususnya para generasi muda, jangan pernah lelah untuk mencintai Indonesia,” ujarnya.

Pimpinan Nasional JAI itu juga menyampaikan bahwa Ahmadiyah hadir untuk memberikan kontribusi bagi Indonesia. “Ahmadiyah ada untuk Indonesia, Ahmadiyah ada untuk memberikan kontribusi dan solusi yang terbaik bagi Indonesia,” katanya. Ia menyebut kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, sosial, dan lingkungan sebagai bidang kontribusi yang dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing.

Sumber:
Pan African Address — Al Islam
Amir Nasional JAI: Jangan Pernah Lelah Mencintai Indonesia — Warta Ahmadiyah