Surrey, Warta Ahmadiyah — Sejumlah tokoh Indonesia dari kalangan pemerintahan, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan organisasi keagamaan menerima pesan khusus dari Pimpinan Global Muslim Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad (aba) dalam mulaqat yang berlangsung di Islamabad, Surrey, Inggris, Selasa (29/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi penutup rangkaian Jalsah Salanah UK 2026 sekaligus ruang dialog mengenai kehidupan beragama, kemanusiaan, dan masa depan perdamaian.
Dalam audiensi yang berlangsung hangat, Huzur (aba) menegaskan bahwa Jemaat Muslim Ahmadiyah merupakan bagian dari umat Islam. Beliau menyampaikan agar pemahaman tersebut dapat terus disampaikan kepada masyarakat dan pemerintah Indonesia.
“Muslim Ahmadi menyembah Allah SWT yang sama, meyakini Nabi Muhammad saw. sebagai Rasul terakhir, serta berpegang pada Al-Qur’an sebagai kitab suci yang sama. Karena itu, saya berharap tidak ada lagi kesalahpahaman yang mengaburkan identitas keislaman Jemaat Ahmadiyah,” ujar Hadhrat Mirza Masroor Ahmad (aba).
Baca juga: Khalifah Muslim Ahmadiyah Terima Tokoh Indonesia dalam Audiensi Khusus di Islamabad
Selain itu, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad mengingatkan bahwa setiap warga negara, termasuk Muslim Ahmadi di Indonesia, memiliki hak-hak dasar sebagai manusia yang harus dihormati dan dilindungi. Beliau menegaskan tidak seharusnya ada kebijakan atau peraturan yang menghilangkan hak-hak tersebut karena setiap warga negara berhak memperoleh perlindungan yang sama di hadapan hukum.
Pimpinan Global Jemaat Muslim Ahmadiyah tersebut juga menyinggung salah satu gambaran yang tampak selama penyelenggaraan Jalsah Salanah UK 2026, yaitu besarnya perhatian Jemaat terhadap perempuan dan anak-anak. Menurut Huzur (aba), pendidikan, pemberdayaan, serta perlindungan martabat perempuan dan anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ajaran Islam dan harus terus diperkuat dalam kehidupan Jemaat.
Rombongan Indonesia yang mengikuti mulaqat terdiri atas Koordinator Staf Khusus Kementerian Agama Republik Indonesia Prof. Dr. Farid Fachruddin Saenong, Tenaga Ahli Utama Kedeputian Kantor Staf Presiden Republik Indonesia Ahmad Fuad Fanani, Direktur Eksekutif SETARA Institute Halili Hasan, tokoh Fatayat Nahdlatul Ulama Maria Ulfah Anshor, serta sejumlah pengurus Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia.
Baca juga: Pengalaman Jalsah Salanah UK, Direktur SETARA Institute Soroti Kekuatan Kemanusiaan
Turut mendampingi rombongan tersebut Raisutabligh Pengurus Besar Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Mln. Maksum Ahmad, Sadr Majelis Khuddamul Ahmadiyah Indonesia, Muhammad Almahdi Sholihin, Mln. Mahmood Ahmad Wardi, beserta jajaran pendamping lainnya.
Bagi para tamu Indonesia, mulaqat menjadi kesempatan berharga untuk berdialog secara langsung dengan Khalifah Muslim Ahmadiyah mengenai berbagai persoalan kemanusiaan, kehidupan beragama, serta pentingnya membangun masyarakat yang damai melalui penghormatan terhadap martabat setiap manusia.
Pertemuan tersebut sekaligus menutup rangkaian kunjungan para tokoh Indonesia dalam Jalsah Salanah UK 2026. Setelah mengikuti berbagai sesi pembinaan, dialog, dan kegiatan kemasyarakatan bersama lebih dari 51 ribu peserta dari 117 negara, para tamu memperoleh kesempatan mendengarkan secara langsung pesan-pesan Huzur (aba) yang menekankan persaudaraan, keadilan, serta penghormatan terhadap hak-hak setiap manusia sebagai bagian dari ajaran Islam.

Tidak ada Respon