London, Warta Ahmadiyah — Jauh sebelum deretan masjid berdiri di berbagai kota di Inggris, sebuah bangunan sederhana di kawasan Southfields, London, telah menjadi penanda awal berkembangnya dakwah Islam di negeri tersebut. Dikenal sebagai Masjid Fazl, masjid ini tidak hanya tercatat sebagai masjid pertama yang dibangun khusus di London, tetapi juga menjadi titik penting perjalanan penyebaran Islam di Eropa melalui Jemaat Muslim Ahmadiyah.
Perjalanan tersebut bermula pada 1913 ketika Jemaat Muslim Ahmadiyah mengirim mubalig pertama ke Inggris untuk memperkenalkan Islam kepada masyarakat setempat. Seiring berkembangnya aktivitas dakwah, Jemaat kemudian membeli sebidang tanah di Southfields pada 1920 sebagai lokasi pembangunan masjid yang kelak menjadi pusat kegiatan Islam di Inggris.
Pembangunan Masjid Fazl dimulai setelah peletakan batu pertama pada 1924 dan diresmikan pada 1926 oleh Khalifatul Masih II, Hazrat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad. Menariknya, pembangunan masjid ini didukung melalui penggalangan dana yang melibatkan perempuan-perempuan Ahmadi di India. Mereka menyumbangkan harta bahkan perhiasan pribadi sebagai bentuk pengorbanan demi menghadirkan rumah ibadah Islam di jantung Kota London.
Baca juga: Sentimen Anti-Muslim Meningkat, Ahmadiyah Hadirkan Wajah Islam yang Damai
Sejak diresmikan, Masjid Fazl berkembang menjadi pusat dakwah Islam di Inggris. Dari tempat inilah berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan, dialog lintas agama, hingga penerimaan tamu dari berbagai negara berlangsung selama puluhan tahun. Masjid ini juga menjadi markas kepemimpinan internasional Jemaat Muslim Ahmadiyah hingga 2019, sebelum pusat administrasi dunia berpindah ke Islamabad, Surrey.
Dari mimbar Masjid Fazl, berbagai pesan Islam tentang perdamaian, toleransi, dan pengabdian kepada kemanusiaan disampaikan kepada masyarakat Inggris. Kehadirannya turut membuka ruang dialog di tengah masyarakat multikultural sekaligus memperkenalkan wajah Islam yang menekankan akhlak, ilmu pengetahuan, dan pelayanan sosial.
Baca juga: Jejak Seabad Dakwah Islam di Eropa, Tokoh Nasional Kunjungi Masjid Ahmadiyah di London
Nilai sejarah Masjid Fazl kini diakui secara luas. Pemerintah Inggris menetapkannya sebagai Grade II Listed Building, yaitu bangunan yang memiliki nilai sejarah dan arsitektur penting sehingga memperoleh perlindungan sebagai warisan nasional. Pengakuan tersebut menegaskan posisi Masjid Fazl sebagai bagian dari perjalanan sejarah Islam di Inggris.
Menjelang Jalsah Salanah UK 2026, Masjid Fazl kembali menjadi salah satu tujuan yang dikunjungi para tamu internasional, termasuk rombongan tokoh nasional dari Indonesia. Bagi mereka, kunjungan ini bukan sekadar melihat bangunan bersejarah, tetapi memahami bagaimana sebuah masjid sederhana menjadi awal perjalanan dakwah Islam yang kini menjangkau berbagai belahan dunia.

Tidak ada Respon