Indonesia, Warta Ahmadiyah — Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia menggelar Jalsah Salanah 2026 secara serentak di tujuh wilayah Indonesia pada 3–5 Juli 2026. Kegiatan tahunan tersebut berlangsung di wilayah Jawa Tengah–Daerah Istimewa Yogyakarta, Papua, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, serta gabungan Sulawesi Utara–Sulawesi Tenggara–Gorontalo.
Mengusung tema “Saatnya Agama Menjadi Solusi, Bukan Sekadar Seremoni”, Jalsah Salanah tahun ini menegaskan pentingnya menghadirkan nilai-nilai agama dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Rangkaian kegiatan di seluruh wilayah diisi dengan salat berjamaah, kajian Al-Qur’an, ceramah keagamaan, pembinaan akhlak, serta forum silaturahmi yang diikuti anggota Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia bersama tokoh masyarakat, akademisi, dan tamu undangan dari berbagai kalangan.
Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Zaki Firdaus Syahid, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Jalsah Salanah secara aman dan lancar di berbagai daerah. Menurutnya, tema yang diangkat tahun ini menjadi ajakan agar agama benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat.
“Melalui tema ini kami ingin memastikan bahwa agama hadir dalam amalan-amalan nyata, mampu menjawab berbagai tantangan zaman, sehingga agama tidak hanya menjadi seremoni, tetapi benar-benar menjadi solusi bagi kemaslahatan umat manusia,” ujarnya.
Pelaksanaan Jalsah Salanah tahun ini juga melibatkan jajaran Pengurus Besar Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia yang hadir di berbagai lokasi. Kehadiran pimpinan nasional dibagi ke sejumlah wilayah sebagai bentuk pembinaan sekaligus mempererat hubungan dengan anggota jemaat di berbagai daerah.
Baca juga: Jalsah Salanah Jemaat Ahmadiyah Wujudkan Islam Rahmatan lil ‘Alamin Lewat Persaudaraan
Amir Nasional yang menghadiri Jalsah Salanah di wilayah Kalimantan Timur menyampaikan apresiasi atas perkembangan jemaat di kawasan tersebut. Ia menilai pembinaan yang berlangsung selama beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan yang positif.
“Saya melihat perkembangan Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia di Kalimantan Timur dan sekitarnya menunjukkan progres yang baik. Ada potensi yang besar untuk terus berkembang, didukung kekompakan anggota, mubaligh, serta para pengurus di daerah,” katanya.
Ia menambahkan, perpindahan Ibu Kota Nusantara ke Kalimantan Timur juga membuka peluang pengembangan pelayanan Jemaat di kawasan tersebut. Ke depan, Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia akan mempertimbangkan penguatan kehadiran organisasi melalui pembangunan kantor perwakilan Pengurus Besar di wilayah Kalimantan Timur sebagai bagian dari pengembangan jangka panjang.

Tidak ada Respon