London, Warta Ahmadiyah — Di era digital, dakwah tidak lagi dibatasi ruang dan waktu. Dari kawasan Hadeeqatul Mahdi di Hampshire, Inggris, rangkaian Jalsah Salanah UK 2026 akan disiarkan secara langsung ke berbagai penjuru dunia melalui Muslim Television Ahmadiyya (MTA International). Dengan memanfaatkan televisi satelit, layanan streaming, aplikasi, dan platform digital, jutaan pemirsa dapat mengikuti pertemuan internasional tersebut tanpa harus hadir langsung di lokasi.
Muslim Television Ahmadiyya (MTA) didirikan pada 1994 atas prakarsa Khalifatul Masih IV, Hazrat Mirza Tahir Ahmad. Sejak awal, MTA dibangun sebagai media penyiaran nonkomersial yang bertujuan menyebarkan ajaran Islam yang damai, rasional, dan inklusif kepada masyarakat dunia melalui pemanfaatan teknologi komunikasi modern.
Selama penyelenggaraan Jalsah Salanah UK 2026, MTA akan menyiarkan berbagai sesi utama, termasuk pidato Khalifatul Masih V, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, doa bersama, diskusi keagamaan, hingga berbagai liputan khusus yang memperlihatkan kehidupan umat Islam Ahmadi dari berbagai negara.
Baca juga: Khalifah Muslim Ahmadiyah Pastikan Pelayanan Siap Sambut Puluhan Ribu Tamu
Bagi Jemaat Muslim Ahmadiyah, teknologi bukan sekadar alat komunikasi, tetapi menjadi sarana memperluas jangkauan dakwah sekaligus menghadirkan ruang dialog yang dapat diakses siapa saja. Melalui siaran yang tersedia dalam berbagai bahasa, masyarakat dari berbagai latar belakang dapat mengenal lebih dekat ajaran Islam yang mengedepankan perdamaian, toleransi, dan pengabdian kepada sesama.
Dalam lebih dari tiga dekade perjalanannya, MTA berkembang menjadi salah satu jaringan media internasional Jemaat Muslim Ahmadiyah yang menyiarkan program selama 24 jam setiap hari. Selain ceramah keagamaan, MTA juga menghadirkan dokumenter, pendidikan, berita, kajian ilmiah, hingga liputan kegiatan sosial dan kemanusiaan dari berbagai negara.
Baca juga: Di Balik Jalsah Salanah, Ada Ribuan Perempuan yang Menjadi Pilar Pengabdian
Siaran langsung Jalsah Salanah UK menjadi salah satu program yang paling banyak diikuti setiap tahun. Melalui tayangan tersebut, jutaan pemirsa dapat menyaksikan bagaimana nilai persaudaraan, pelayanan, dan kehidupan Islam dipraktikkan dalam sebuah pertemuan internasional yang mempertemukan peserta dari lebih dari seratus negara.
Di tengah dunia yang semakin terhubung, pemanfaatan teknologi oleh Jemaat Muslim Ahmadiyah menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan melalui mimbar atau pertemuan tatap muka. Dengan menjadikan media sebagai jembatan komunikasi, pesan Islam yang damai dapat menjangkau masyarakat lintas negara, bahasa, dan budaya, sekaligus memperluas ruang saling mengenal dan membangun pengertian di tengah keberagaman.

Tidak ada Respon