Tangerang Selatan, Warta Ahmadiyah – Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia (JAI) menyiapkan program kaderisasi berkelanjutan bagi pemuda usia 19–25 tahun, melanjutkan program kelas TaTar (Ta’lim Tarbiyat) usia 12-18 tahun. Program tersebut dibahas dalam sidang Komite II yang digelar di Tangerang Selatan, Sabtu (16/5/2026).
Komite menilai selama ini terdapat mata rantai kaderisasi yang terputus setelah jenjang SMP dan SMA. Kondisi itu dinilai berdampak pada rendahnya partisipasi pemuda dalam kegiatan organisasi.
Data evaluasi menunjukkan jumlah peserta Madrasah usia SD mencapai sekitar 2.200 orang per bulan. Namun, peserta Kelas Tatar tingkat SMP dan SMA turun menjadi sekitar 950 orang.
Baca juga: Amir Nasional Ahmadiyah Soroti Krisis Global dan Pentingnya Keadilan Internasional
Selain itu, hanya sekitar 25 persen anggota Khuddam yang aktif mengikuti kajian bulanan. Situasi tersebut juga memicu krisis pengurus akibat banyaknya rangkap jabatan pengkhidmatan di tingkat lokal.
Sekretaris Tarbiyat JAI , Mubarak Ahmad Kamil mengatakan pihaknya akan memperbaiki tata kelola kaderisasi melalui kurikulum dan metode yang lebih relevan dengan generasi muda.
“Kami akan membuat tata kelola kaderisasi lebih baik, terutama dalam kurikulum dan metode yang relevan dengan anak-anak muda. Untuk itu, pendekatan yang digunakan akan berbasis riset,” ujarnya.
Baca juga: Bonding Day KPA 2026 di Solo Disambut Antusias Peserta
Menurutnya, indikator keberhasilan program akan diukur melalui peningkatan partisipasi pemuda dalam kegiatan jemaat, aktivitas sosial-kemanusiaan, serta regenerasi kepemimpinan yang sehat di tingkat lokal hingga pusat.
Komite juga menyusun kurikulum yang mencakup kepemimpinan, public speaking, literasi keagamaan, entrepreneurship, hingga kemampuan berpikir kritis dan bahasa Inggris.
Program tersebut dirancang dengan sistem hibrida melalui pembelajaran digital dan kegiatan luring berbasis komunitas minat serta mentorship personal.
JAI berharap program kaderisasi usia 7 hingga 25 tahun itu mampu melahirkan generasi pengkhidmat jemaat sekaligus penggerak sosial kemanusiaan dalam menghadapi abad kedua Jemaat Ahmadiyah Indonesia.

Tidak ada Respon