Banjarnegara, Warta Ahmadiyah — Kesuksesan penyelenggaraan Jalsah Salanah 2026 tidak hanya ditentukan oleh rangkaian acara yang tersusun rapi, tetapi juga oleh semangat pengkhidmatan dan pengorbanan seluruh anggota Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia. Nilai tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan berbagai program pembinaan Jemaat.
Hal itu disampaikan Naib Amir Bidang Maal Pengurus Besar Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Arifin Muhammad Suriahminata, saat menghadiri Jalsah Salanah Wilayah Jawa Tengah–DIY di Banjarnegara.
Menurutnhya, setiap penyelenggaraan Jalsah Salanah membutuhkan dukungan sumber daya yang besar, mulai dari akomodasi, konsumsi, perlengkapan teknis, hingga fasilitas pendukung lainnya. Karena itu, semangat berkorban anggota menjadi faktor penting dalam menyukseskan pelaksanaan Jalsah dari tahun ke tahun.
Baca juga: Jalsah Salanah Jemaat Ahmadiyah Dinilai Tegaskan Peran Agama sebagai Solusi
“Semangat anggota sangat berkorelasi dengan keberhasilan Jalsah Salanah. Setiap penyelenggaraan memerlukan dukungan yang besar, sehingga pengorbanan anggota menjadi bagian penting agar seluruh kebutuhan kegiatan dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditopang oleh dana, tetapi juga oleh keterlibatan aktif seluruh anggotanya. Pengkhidmatan berupa waktu, tenaga, pikiran, dan dedikasi memiliki nilai yang sama pentingnya dalam membangun kemajuan Jemaat.
“Kemajuan Jemaat tidak didukung oleh satu unsur saja. Waktu, tenaga, pikiran, pengorbanan harta, bahkan kesiapan berkhidmat semuanya harus berjalan sebagai satu kesatuan. Itulah modal utama bagi berkembangnya organisasi,” katanya.
Baca juga: Lajnah Imaillah Indonesia Dukung Klinik Edukasi KBB, Perkuat Kolaborasi Lintas Institusi
Semangat tersebut juga tercermin dalam janji pengkhidmatan yang diikrarkan anggota di berbagai badan Jemaat, yakni kesiapan mengorbankan waktu, tenaga, kehormatan, hingga kemampuan yang dimiliki demi kemajuan Jemaat dan kemaslahatan bersama, tambahnya.
Selain mengapresiasi dedikasi anggota, ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan program yang semakin terkoordinasi. Menurutnya, penyusunan jadwal kegiatan yang lebih terencana akan membantu daerah mengoptimalkan sumber daya sehingga tidak terjadi tumpang tindih pelaksanaan program.
Di sisi lain, ia berharap semakin banyak anggota dari seluruh badan Jemaat mengambil bagian dalam setiap kegiatan, sehingga beban pengkhidmatan tidak hanya dipikul oleh kelompok yang sama.

Tidak ada Respon