Tasikmalaya, Warta Ahmadiyah — Semangat toleransi dan kebersamaan antarwarga tercermin dalam kegiatan peringatan isra miraj yang dirangkaikan dengan Peresmian Masjid Nurul Iman di Kampung Ciomas RT 03/RW 05 Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu 24 Januari 2026
Dalam kegiatan tersebut, Jemaat Muslim Ahmadiyah Tenjowaringin turut menghadiri undangan peresmian masjid sebagai bentuk partisipasi aktif dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Kehadiran mereka menjadi sorotan positif sekaligus penegasan bahwa nilai kebersamaan dan persaudaraan lintas kelompok masih terawat dengan baik di tengah masyarakat.
Baca juga:
Tidak hanya hadir dalam acara puncak, sehari sebelumnya pada Jumat 23 Januari, beberapa pengurus Jemaat Ahmadiyah Tenjowaringin juga telah menyerahkan sumbangan untuk pembangunan Masjid Nurul Iman.
Bantuan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian sosial serta komitmen Jemaat Ahmadiyah dalam mendukung fasilitas ibadah umat Islam, tanpa melihat perbedaan latar belakang organisasi atau golongan.
Peringatan isra miraj dan peresmian masjid ini dihadiri oleh Camat Salawu, Kepala Desa Tenjowaringin, Ketua MUI Kecamatan Salawu, perwakilan APDESI, DKM se-Desa Tenjowaringin, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Kehadiran berbagai elemen tersebut memperkuat pesan bahwa pembangunan masjid merupakan hasil kerja kolektif masyarakat yang dilandasi semangat gotong royong.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Tenjowaringin, Idi Abdul Hadi, mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran administrasi kependudukan.
Sementara itu, Camat Salawu dalam sambutan sekaligus peresmian Masjid Nurul Iman menyampaikan apresiasi atas kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
Ia menekankan bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang membangun nilai persatuan, toleransi, dan kepedulian sosial.
Rangkaian acara ditutup dengan ceramah keagamaan oleh K.H. Agist Bukhori Muslim, pimpinan Pesantren Darul Huda Awi Pari, Cibeureum, Kota Tasikmalaya.
Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan makna Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad saw sebagai peristiwa yang menguji keimanan sekaligus memperkuat hubungan manusia dengan Allah SWT, serta mengajarkan nilai kedisiplinan, keikhlasan, dan kepedulian sosial.
Partisipasi Jemaat Ahmadiyah Tenjowaringin, baik melalui kehadiran maupun kontribusi pembangunan, menjadi pesan penting bahwa kerukunan, toleransi, dan gotong royong masih hidup dan tumbuh di Desa Tenjowaringin.
Masjid Nurul Iman pun diharapkan menjadi simbol persatuan dan keberkahan bagi seluruh warga.
Kontributor: Ahmar Syafaat
Editor :Talhah Lukman A