Sintang, Warta Ahmadiyah- Pengurus Jemaat Ahmadiyah Kabupaten Sintang menyambangi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sintang, H. Hasib Arista.
Perwakilan Jemaat Muslim Ahmadiyah Sintang diterima dengan baik oleh Kepala Kantor Kemenag Sintang dalam silaturahmi pada Sabtu 3 Januari 2026 itu.
Adapun Jemaat Ahmadiyah Sintang bersilaturahmi ke Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sintang, H. Hasib Arista dalam rangka menyampaikan ucapan selamat Hari Amal Bhakti ke-80 Kemenag RI.
Baca juga: Jalsah Salanah 2025 Batam Diwarnai Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Rombongan dipimpin Ketua Jemaat Ahmadiyah Sintang, Muhtar Hadi, didampingi Mubaligh Mln. Sajid Ahmad Sutikno, Safrizal Caniago selaku Nazim Ansharullah Sintang.
Kunjungan ini sekaligus menjadi sarana mempererat komunikasi dan hubungan kelembagaan dengan Kemenag.
Muhtar Hadi menyampaikan amanah Amir Nasional Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Zaki Firdaus Syahid, ST MT agar seluruh jajaran Jemaat Ahmadiyah dapat bersilaturahmi dengan Kemenag pada momen Hari Amal Bhakti.
Baca juga: Tanggap Darurat Bencana Sumatera, Humanity First Dirikan Posko Bantuan di Aceh Tamiang
Ia juga menyampaikan harapan agar Kemenag semakin maju dan dicintai masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Jemaat Ahmadiyah Sintang juga berkesempatan menyampaikan klarifikasi terkait isu yang berkembang di masyarakat, dan menegaskan bahwa Al-Quran merupakan kitab suci umat Muslim Ahmadiyah.
Pihak Jemaat Ahmadiyah Sintang juga menunjukkan Al-Quran terjemahan terbitan Departemen Agama RI, yang mencantumkan referensi tafsir karya tokoh Ahmadiyah internasional.
Baca juga: Gelaran Jalsah Salanah 2025 Dihadiri Sejumlah Tamu Penting, Nasional hingga Daerah
Pihak Ahmadiyah pun mengapresiasi keterbukaan dan keramahan H. Hasib Arista dalam menerima pertemuan secara terbuka.
Kakan Kemenag asli Jawa Timur itu memberikan apresiasi terhadap langkah positif Jemaat Ahmadiyah dalam membangun komunikasi dengan Kemenag, dan ia menekankan bahwa perbedaan pemahaman dalam Islam adalah keniscayaan yang harus disikapi dengan kebijaksanaan.
“Perbedaan tidak semestinya melahirkan perpecahan. Kita tetap bersaudara, dan perbedaan itu bagian dari rahmat,” ujar H. Hasib Arista.
Ia juga berharap silaturahmi dan komunikasi yang telah terjalin dapat terus dipelihara, serta mempersilahkan Jemaat Ahmadiyah berkunjung kapan saja.
Diakhir, Hasib Arista berpesan bahwa dalam berdakwah hendaknya pesan-pesan agama disampaikan secara humanis, fleksibel dan bijaksana, dengan memperhatikan situasi dan kondisi masyarakat. *