Jemaat Ahmadiyah Perkuat Strategi Komunikasi Digital, Gen Z Jadi Fokus Perluasan Pemahaman Publik

Munadi AhmadNasional2 min
Sesi FGD bersama fasilitator dengan bahasan tentang strategi komunikasi publik untuk optimalisasi pengenalan paham Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia bagi seluruh masyarakat Indonesia.
A-AA+A++

Bogor, Warta Ahmadiyah — Di tengah dominasi Generasi Z sebagai pengguna utama media digital, Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia mulai memperkuat strategi komunikasi publik yang lebih adaptif untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang Ahmadiyah. Langkah tersebut dibahas dalam Workshop Penyusunan Program Strategis Komunikasi Publik 2026–2027 yang digelar di Kemang, Bogor, Sabtu (11/7/2026).

Forum ini merupakan bagian dari implementasi tahun kedua Rencana Strategis Komunikasi Publik Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia 2025–2030. Fokus utamanya adalah menyesuaikan pola komunikasi Jemaat dengan perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi informasi, sekaligus memperkuat kehadiran Ahmadiyah di ruang digital melalui pendekatan yang lebih relevan, dialogis, dan mudah dipahami.

Workshop mengangkat tema “Memperkuat Kehadiran, Penerimaan, dan Reputasi Jemaat Ahmadiyah Indonesia melalui Komunikasi Publik guna Memperluas Pemahaman Masyarakat tentang Ahmadiyah sebagai Islam yang Damai, Inklusif, dan Kontributif.” Tema tersebut menjadi landasan penyusunan strategi komunikasi yang berorientasi pada peningkatan pemahaman publik, khususnya di kalangan generasi muda.

Baca juga: Khalifah Ahmadiyah tentang Kemanusiaan Hidup dalam Pengabdian Jemaat di Indonesia

Kegiatan diikuti unsur pimpinan Jemaat, sekretaris berbagai bidang, badan-badan Jemaat, Komite Media Sosial, akademisi, serta fasilitator. Selain mengevaluasi capaian komunikasi publik selama tahun pertama, peserta juga menyusun berbagai program prioritas yang akan dijalankan sepanjang 2026–2027.

Salah satu pembahasan utama adalah penyesuaian strategi komunikasi terhadap karakter Generasi Z yang lebih banyak memperoleh informasi melalui media sosial, video pendek, konten visual, serta interaksi digital. Karena itu, komunikasi Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia diarahkan tidak sekadar meningkatkan produksi konten, tetapi menghadirkan narasi yang lebih sederhana, berbasis fakta, serta mampu memperkenalkan Ahmadiyah secara utuh kepada masyarakat.

Workshop juga mengidentifikasi sejumlah tantangan komunikasi publik, mulai dari perubahan pola konsumsi media, derasnya arus disinformasi, hingga kebutuhan membangun respons yang lebih cepat dan kredibel terhadap berbagai isu strategis. Untuk menjawab tantangan tersebut, peserta membahas enam pilar strategi komunikasi, meliputi penguatan literasi media, optimalisasi media digital, pengembangan modal sosial, peningkatan kapasitas komunikasi, penguatan media publikasi mandiri, serta manajemen krisis dan penguatan reputasi organisasi.

Baca juga: Hari Kepercayaan terhadap Tuhan, Saling Percaya Kunci Merawat Keberagaman

Melalui strategi baru ini, Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia berharap semakin banyak masyarakat, khususnya Generasi Z, mengenal Ahmadiyah secara langsung dari sumber yang kredibel. Dengan demikian, ruang dialog, saling pengertian, dan kolaborasi sosial diharapkan semakin berkembang, sekaligus memperkuat pemahaman bahwa Ahmadiyah merupakan bagian dari Islam yang mengedepankan perdamaian, inklusivitas, serta kontribusi nyata bagi bangsa dan kemanusiaan.