Jakarta, Warta Ahmadiyah- Program Rumah Belajar yang digagas Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia terus memberikan kontribusi dalam memperluas akses pendidikan di masyarat
Di Kabupaten Fakfak, Papua Barat berdiri Rumah Belajar Humanity First Satutiba yang mulai beroperasi pada 3 Oktober 2026 pada Agustus 2026.
Di tempat tersebut kegiatan mencakup pendidikan dasar, penguatan karakter, dan literasi anak setempat.
Baca juga: Lajnah Imaillah Bogor Raya Gelar Ijtima Daerah, Berbagi Kisah Inspiratif
Program tersebut menyasar anak usia sekolah dasar hingga menengah pertama di Kampung Lusiperi dengan total 51 peserta didik aktif.
Sekitar 90 persen peserta berasal dari latar belakang non-Muslim. Hal ini menunjukkan komitmen Jemaat Ahmadiyah dan Humanity First dalam program pendidikan di daerah, tanpa memandang agama, suku, dan ras.
Kegiatan belajar dipandu oleh relawan Mutia Siddiqa dan Mln. Abdul Hafidz Bahansubu yang juga berperan sebagai narasumber lapangan.
Baca juga: Dialog dan Silaturahmi, Dosen UIN Datokarama Sambangi Jemaaat Ahmadiyah Palu
Berbagai kegiatan dijalankan seperti matematika, English Class, serta program Kakak Mengajar yang menghadirkan pembelajaran daring, termasuk pelatihan kreatif dan pembelajaran interaktif anak berkelanjutan.
Rumah Belajar Satutiba juga berkontribusi dalam siaran edukasi di RRI bersama DLHP dan Yayasan Lampu Kita pada peringatan Hari Pendidikan Nasional yang memperluas dampak edukasi masyarakat luas.
Baca juga: Kegiatan KPA Jateng 2026 Berlangsung di Kampung Krucil Bawang, Latih Kreativitas Peserta
Terbaru, kegiatan kolaborasi digelar di Taman Kota Satu Tungku Tiga Batu dengan fokus edukasi lingkungan pada 1 Mei 2026.
Dilanjutkan keesokan harinya dengan lomba edukatif seperti story telling bahasa Inggris, gasing matematika, dan senam Anak Indonesia Hebat.