Jakarta, Warta Ahmadiyah- Wujud semangat inklusivitas dan persaudaraan antarumat beragama, perwakilan Jemaat Muslim Ahmadiyah wilayah Banten menghadiri undangan buka puasa bersama.
Buka puasa bersama tersebutdiselenggarakan Gurmat School Indonesia di Yayasan Sosial Guru Nanak (Gurdwara Guru Nanak), Sabtu 28 Februari 2026
Acara yang dihadiri oleh puluhan pemuda lintas iman ini menjadi ruang dialog terbuka untuk mempererat tali silaturahmi.
Baca juga: Himpunan Mahasiswa Ahmadiyah Rawat Nalar Kritis Lewat Bedah Buku
Kehadiran Jemaat Muslim Ahmadiyah di tengah-tengah umat Sikh dan kelompok agama lainnya menegaskan posisi Ahmadiyah sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan keterbukaan.
Dukungan penuh dari pengurus organisasi terlihat dengan hadirnya perwakilan lintas badan.
Rombongan Jemaat Ahmadiyah Banten kali ini terdiri dari 11 orang yang berasal dari khuddam dan Lajnah Imaillah.
Baca juga: Humanity First Indonesia Prioritaskan Pendidikan Anak-Anak Korban Banjir di Aceh
Kehadiran mereka didampingi langsung oleh mubaligh serta Ketua Lajnah Imaillah wilayah Banten yang menjadi bukti dan komitmen pengurus dalam mendukung gerakan keberagaman di tingkat akar rumput.
Ketua Himpunan Mahasiswa Ahmadiyah atau AMSA Banten, Chaudry Rustam Ali yang turut hadir menyampaikan apresiasinya terhadap suasana kegiatan buka bersama yang digelar Gurmat School Indonesia.
“Kegiatan bukber lintas iman ini sangat baik untuk dilaksanakan, karena kita bisa mengenal lebih dekat satu sama lain di tengah perbedaan,” ungkapnya.
Baca juga: Puluhan Peserta Hadiri Ijtima Waqaf e Nou Riau di Pangkalan Kerinci
“Akan berdampak baik ke depan seperti kolaborasi, dan kebutuhan sosial lainnya. Kalau bisa lebih sering kegiatan seperti ini diadakan,” sambung Chaudry
Sementara itu Prem Singh, selaku tuan rumah dari komunitas Sikh menyambut hangat kehadiran para peserta, termasuk dari Jemaat Ahmadiyah.
Dirinya menjelaskan bahwa kegiatan buka puasa bersamamerupakan agenda tahunan yang krusial untuk saling mengenal.
“Kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang diadakan setiap tahun untuk mempererat persaudaraan lintas iman sekaligus memberi tahu tentang keberadaan umat Sikh kepada masyarakat,” ujarnya.
Diskusi santai yang digelar sebelum waktu berbuka menjadi ajang bagi para peserta untuk saling bertukar pikiran dan meruntuhkan sekat-sekat perbedaan dalam suasana yang penuh kekeluargaan. *
Kontributor: Rodhiyah Mardiyyah
Editor: Talhah Lukman A