By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Warta Ahmadiyah
  • Beranda
  • Berita
    • Mancanegara
    • Nasional
    • Daerah
  • Organisasi
    • Ansharullah
    • Khuddam
    • Lajnah Imaillah
  • Kebangsaan
  • Keislaman
  • Sosial
  • Rabthah
  • Siaran Pers
Font ResizerAa
Warta AhmadiyahWarta Ahmadiyah
  • Beranda
  • Berita
  • Organisasi
  • Kebangsaan
  • Keislaman
  • Sosial
  • Rabthah
  • Siaran Pers
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Organisasi
  • Kebangsaan
  • Keislaman
  • Sosial
  • Rabthah
  • Siaran Pers
Follow US
  • Berita
  • Organisasi
  • Kebangsaan
  • Keislaman
  • Sosial
  • Rabthah
  • Opini
  • Siaran Pers
© WartaAhmadiyah
BeritaNasional

Himpunan Mahasiswa Ahmadiyah Rawat Nalar Kritis Lewat Bedah Buku

By Talhah Lukman A Published 14 Februari 2026 1 View
Share
Diskusi dan bedah buku Muslim Ahmadiyah dan Indonesia, 100 Tahun Keberagamaan dan Kerja Kemanusiaan
SHARE

Tangerang Selatan, Warta Ahmadiyah – Himpunan Mahasiswa Ahmadiyah yang terdiri dari Ahmadiyya Muslim Students Association (AMSA) dan Ahmadiyya Muslim Women Students Association (AMSAW) menggelar diskusi dan bedah buku.

Diskusi dan bedah buku Muslim Ahmadiyah dan Indonesia, 100 Tahun Keberagamaan dan Kerja Kemanusiaan berlangsung di Gerak Gerik Coffe, Jumat 13 Februari 2026.

Sekitar 30 peserta dari berbagai komunitas hadir dalam kegiatan ini. Forum ini menegaskan peran mahasiswa Ahmadiyah sebagai subjek inklusif yang siap berpartisipasi dalam diskursus kebangsaan.

Baca juga: Program Masak dan Berbagi di Masjid Mahmudah Jemaat Ahamdiyah Gondrong Kenanga

Koordinator Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (MUDA), Achmad Fanani Rosyidi menilai kegiatan ini menunjukkan keberanian generasi muda Ahmadiyah untuk keluar dari zona nyaman dan aktif mewarnai ruang publik.

“Selama ini Ahmadiyah lebih sering menjadi objek pembicaraan, bukan subjek yang mewarnai diskursus. Buku ini, dan kehadiran rekan-rekan mahasiswa di sini, membuka ruang baru agar narasi tentang Islam dan Indonesia lebih inklusif,” ujar Fanani.

​Ia menekankan bahwa bagi mahasiswa, memahami sejarah Ahmadiyah bukan sekadar soal teologi, melainkan tentang kualitas demokrasi dan hak asasi manusia.

Baca juga: Pengajian Jemaat Ahmadiyah Merauke Bahas Rukun Islam

Senada dengan itu, perwakilan Pemuda Ahmadiyah, Muhammad Ghifari Misbahuddin menjelaskan bahwa buku yang dibedah adalah kado satu abad kehadiran Ahmadiyah yang justru ditulis oleh para tokoh non-Ahmadi, sebuah simbol keterbukaan dan rekognisi moral.

​Bagi AMSA dan AMSAW, keterlibatan dalam diskusi ini adalah manifestasi dari nilai Love for All, Hatred for None.

Barqy Nafsin Kaida dari Yayasan Inklusif memberikan refleksinya bahwa interaksi langsung dengan mahasiswa dan komunitas Ahmadiyah mampu meruntuhkan tembok prasangka.

Baca juga: Puluhan Peserta Hadiri Ijtima Waqaf e Nou Riau di Pangkalan Kerinci
​
“Yang saya temui adalah praktik keberagamaan yang secara sosial tidak berbeda dari Muslim pada umumnya. Saya tidak sepakat jika langsung distigma tanpa dialog,” ungkapnya.

​Diskusi yang dipandu olehKetua Umum HMI Komfisip Ciputat, Ibnu tersebut berlangsung hangat dan kritis.Sejumlah anggota AMSA dan AMSAW aktif melontarkan pertanyaan dan pandangan, menunjukkan bahwa mereka tidak hanya mewarisi sejarah, tetapi juga sedang membangun masa depan Indonesia yang lebih toleran melalui jalur intelektual.
​

Menuju Gerakan yang Berakar

Melalui forum ini, terlihat jelas bahwa mahasiswa Ahmadiyah sedang melakukan reposisi gerakan agar lebih dekat dengan persoalan riil masyarakat.

Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Resmikan Rumah Belajar Noor di Merauke

Dengan membedah sejarah mulai dari peran tokoh Pemuda Thawalib Sumatera hingga kedekatan historis dengan Bung Karno dan W.R. Supratman, mahasiswa diajak untuk memiliki akar sejarah yang kuat dalam keindonesiaan.

Diskusi dan bedah buku ini diharapkan menjadi langkah kecil namun berarti bagi AMSA dan AMSAW untuk terus konsisten merawat kebinekaan, memperkuat masyarakat sipil, dan membuktikan bahwa inklusivitas adalah kunci utama dalam memperjuangkan keadilan sosial di tanah air. *

Kontributor: Rodhiyah Mardhiyyah

Editor: Talhah Lukman A

You Might Also Like

Millenial Perjuangkan Ruang Media yang Aman bagi Komunitas Agama di Tahun Politik

Peringatan Siratun Nabi SAW di Jemaat Ahmadiyah Maniis, Kepala Desa Ajak Warga Jaga Persatuan

Pemimpin Muslim UK Rafiq Hayat meminta agar fanatik yang meradikalisasi anak-anak dikucilkan

Muslim Ahmadiyah Sintang Memuliakan Ramadhan dengan Tadarus dan Kajian Tafsir Al-Qur’an

Peringatan Hari Masih Mau’ud dan Semarak Ramadhan Jemaat Ahmadiyah Sukapura

Previous Article Program Masak dan Berbagi di Masjid Mahmudah Jemaat Ahamdiyah Gondrong Kenanga
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Warta Ahmadiyah

Warta Ahmadiyah merupakan sumber resmi Jemaat Ahmadiyah Indonesia yang menyajikan ragam informasi seputar kegiatan dan pandangan Ahmadiyah mengenai berbagai hal.

Kategori

  • Berita
  • Organisasi
  • Kebangsaan
  • Keislaman
  • Sosial
  • Rabthah
  • Opini
  • Siaran Pers

Informasi

  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Berita

Copyright © 2025 wartaahmadiyah.org All rights reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?