Exhibition hall Olympia, terletak Di kawasan Kensington, London. Awal dibangun tahun 1886, beberapa kali diperbesar. Gedung berlantai tiga ini bisa menampung lebih 40 ribu pengunjung. Gedung ini biasa dijadikan ajang pameran berskala internasional (pameran otomotif, dagang, Pagelaran seni/budaya dan juga pameran buku).
Fokus pameran buku tahun ini adalah Indonesia. Lebih dari 20 Penerbit Indonesia hadir dan memperlihatkan karya mereka. Disamping memperlihatkan karya-karyanya, di arena ini juga menjadi tempat untuk deal Hak cipta (untuk diterjemahkan dalam bahasa lain). Para Penulis (Author) dari tanah air yang tampak hadir antara lain Gunawan Muhamad, Rafael.
The London Book Fair 2019 (12-14 Maret 2019) diikuti Penerbit dari sekitar 50 negara. Jemaat Ahmadiyah UK (atas nama penerbit Islam International Publications) dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, senantiasa ikut dalam pameran buku itu.
Pada Stall berukuran 2×4 meter inilah, Jemaat UK menampilkan profil Hz. Mirza Ghulam Ahmad (as), Huzur Anwar (aba), tayangan Huzur (aba) dalam lawatan ke berbagai dunia untuk menyebarkan Perdamaian, Alquran berbagai bahasa, serta buku Krisis Dunia dan Jalan Menuju Perdamaian dalam berbagai bahasa.

Dengan restu Huzur (aba), Jemaat Ahmadiyah Indonesia, diundang oleh Jemaat UK untuk ikut pada pameran buku terbesar di dunia itu. Buku terbitan Neratja Press yang dipamerkan ada 29 item (termasuk Al Quran), diantaranya Haqiqatul Wahy, Filsafat Ajaran Islam, Pengantar Mempelajari Al Quran, Krisis Dunia dan Jalan Menuju Perdamaian, Tadhkirah, Ahmadiyah Menggugat. Untuk menjaga Stall, dilakukan bergantian oleh Mln. Mahmud Wardi, Mln. Syed Taha, Mln. Sutrisna dan saya.
Diceruk waktu, kami keliling ke Stall negara dan Penerbit lain yaitu UEA, Singapura, India dan tidak lupa Stall Indonesia. Stall Indonesia sangat besar, bertingkat dua yang dirancang oleh Arsitek profesional dari Jakarta.

Disamping Stall, Indonesia juga membawa chef Bara patirajawane yang sudah 25 tahun berkarier di Eropa. Makanan Indonesia dibuat dengan mengundang peserta lain. Saya dengan Mln. Mahmud Wardi bisa mencicipi nasi kuning. Dalam kesempatan itu, saya jumpa dengan Ketua IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) Pusat, Ibu Ida yang kebetulan berasal dari Bandung. Saya jelaskan kalau kita berasal dari satu kota dan ikut Stall di Jemaat UK. Bu Ida antusias, bertanya tentang Ahmadiyah. Saya undang beliau untuk turun, dan melihat Stall kami.
Di tengah kesibukannya, bu Ida mau datang. Rashed Shb (Sekretaris Isyaat UK) menjelaskan secara singkat tentang Ahmadiyah. Saya perlihatkan buku-buku yang sudah diterbitkan JAI. Diselingi penjelasan tentang Ahmadiyah dalam bahasa Sunda. Bu Ida bertanya tentang jumlah Ahmadi di seluruh dunia. Disampaikan oleh Rashed shb, data tahun 2015 lebih dari 150 juta. Tamu kita tambah kaget. (Bersambung)
Kontributor : MA