“Bahkan Khalifah Ahmadiyah menanam sukun karena di situlah energi itu ada dari makanan itu, karbohidratnya sangat baik. Jadi sebagai bentuk ketahanan pangan,” ungkapnya.
Sementara itu, Prof. Musdah Mulia mengajak masyarakat menjadikan ketahanan pangan sebagai bentuk ibadah sosial demi membangun masa depan peradaban yang lebih baik.
Menurut pendiri Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), kepedulian terhadap pangan harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
“Saya berharap kepada seluruh masyarakat, kita semua menjadikan ketahanan pangan ini sebagai ibadah sosial untuk membangun masa depan peradaban yang lebih baik,” ujar Musdah.
Di akhir, Chairman BoT Humanity First Indonesia, Zaki Ahmad Firdaus,ST MT turut mengingatkan pentingnya memperkuat persaudaraan dan solidaritas sosial dalam menghadapi potensi krisis global akibat konflik dan perang.
Ia mengajak masyarakat memperkuat persiapan bersama, mulai dari tingkat anggota hingga pengurus pusat, seraya berharap terciptanya perdamaian dunia yang lebih stabil. *

Tidak ada Respon