Jakarta, Warta Ahmadiyah — Di tengah meningkatnya konflik, polarisasi sosial, dan krisis kemanusiaan di berbagai belahan dunia, perdamaian tidak cukup dibangun melalui kesepakatan politik atau seruan moral semata. Perdamaian berawal dari cara manusia memperlakukan sesamanya—dengan penghormatan, kepedulian, dan kesediaan untuk saling menjaga.
Pesan tersebut kembali ditegaskan Khalifatul Masih V, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, dalam National Peace Symposium 2026 di London. Beliau mengingatkan bahwa setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk mewariskan dunia yang lebih baik kepada generasi berikutnya.
“Marilah bertindak mulai sekarang agar generasi setelah kita mewarisi dunia yang damai dan sejahtera.”
Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Gunungkidul Perkuat Sinergi Kamtibmas Bersama Polsek Rongkop
Bagi Jemaat Muslim Ahmadiyah, perdamaian bukan sekadar cita-cita yang disampaikan dalam pidato atau forum dialog. Nilai tersebut harus diterjemahkan ke dalam tindakan yang menghadirkan manfaat nyata bagi siapa pun, tanpa memandang agama, suku, ras, maupun latar belakang sosial.
Di Indonesia, semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai aksi kemanusiaan, mulai dari donor darah, gerakan donor kornea mata peraih rekor MURI, hingga bantuan sosial dan layanan kesehatan yang terbuka bagi seluruh masyarakat.
Selain itu, Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia juga mengembangkan Peace Center di berbagai daerah sebagai ruang perjumpaan, dialog, dan kolaborasi lintas masyarakat. Kehadiran Peace Center diharapkan menjadi tempat masyarakat saling mengenal, membangun kepercayaan, serta memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman.
Baca juga: Hak Perempuan dalam Islam Dibangun di Atas Keadilan dan Martabat, Bukan Sekadar Kebebasan
Sejalan dengan pesan tersebut, Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Zaki Firdaus Syahid, menegaskan bahwa ajaran Islam harus tercermin melalui perilaku yang membangun kerukunan dan menghadirkan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.
“Muslim Ahmadi harus menjadi pelopor kerukunan dan membuktikan bahwa Islam adalah agama yang membawa kedamaian dan perdamaian.”
Menurutnya, nilai-nilai Islam tidak berhenti pada aspek ritual, melainkan diwujudkan melalui sikap saling menghormati, kepedulian terhadap sesama, serta kontribusi positif bagi kehidupan bersama. Dengan cara itulah agama dapat menjadi jembatan yang mempererat persaudaraan, bukan sumber perpecahan.

Tidak ada Respon