Tasikmalaya, Warta Ahmadiyah- Semangat kebersamaan dan pembinaan mewarnai kegiatan wisata tarbiyat yang digelar Jemaat Muslim Ahmadiyah Singaparna.
Acara berlangsung di Bumi Perkemahan Bukit Nangreu, kawasan Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu 26 Juli 2026.
Kegiatan bertajuk Kelas Tatar Outdoor tersebut menjadi wadah mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat pembinaan bagi athfal, khudam, dan lajnah muda melalui aktivitas di alam terbuka.
Baca juga: Layanan Terapi Gratis, Lajnah Imaillah Perkuat Kolaborasi dengan KPAD Tasikmalaya
Acara dibuka dengan tausiyah yang disampaikan Mubalig Ahmadiyah Singaparna, Mln. Kamal Yusup, bersama Sekretaris Tarbiyat Jemaat Muslim Ahmadiyah Singaparna, Jamaludin.
Dalam penyampaiannya, keduanya mengajak peserta menjadikan kegiatan luar ruangan sebagai sarana membangun karakter, memperkuat persaudaraan, serta meningkatkan semangat mengikuti berbagai aktivitas jemaat.
Setelah pembukaan, peserta mengikuti beragam permainan kelompok, mulai dari tebak gaya, pesan berantai, sundul balon, ular balon, hingga human bingo.
Baca juga: Tokoh Indonesia Terima Pesan Perdamaian dari Khalifah Muslim Ahmadiyah
Suasana berlangsung meriah. Berbagai permainan tersebut dirancang untuk melatih kerja sama, komunikasi, dan mempererat hubungan antarpeserta.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan hiking menuju Kawah Galunggung.
Selain menikmati panorama alam, peserta diajak menumbuhkan rasa syukur kepada Allah Ta’ala sekaligus melatih ketahanan fisik.
Baca juga: Khalifah Muslim Ahmadiyah Terima Tokoh Indonesia dalam Audiensi Khusus di Islamabad
Usai perjalanan, seluruh peserta melaksanakan salat Zuhur berjamaah sebelum mengikuti penutupan kegiatan.
Acara diakhiri dengan pembagian hadiah, sesi foto bersama, serta doa yang dipimpin Mln. Kamal Yusup.
Sekretaris Tarbiyat Jemaat Muslim Ahmadiyah Singaparna, Jamaludin, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk menghidupkan kembali pembinaan generasi muda yang sebelumnya belum berjalan secara berkesinambungan.
“Kelas Tatar menjadi wadah agar athfal dan khudam semakin saling mengenal, sekaligus menyampaikan materi pembinaan yang telah disusun oleh pusat,” ujar Jamaludin.
Ia menjelaskan, pedoman dari pusat menganjurkan pembinaan dilakukan setiap pekan.
Namun, pelaksanaannya di tingkat jemaat disesuaikan dengan kondisi di lapangan tanpa mengurangi substansi materi.

Tidak ada Respon