Yogyakarta, Warta Ahmadiyah — Toleransi tidak hanya dibangun melalui dialog, tetapi juga melalui kerja sama untuk menjawab persoalan bersama. Semangat itu terlihat dalam kegiatan Jalan-Jalan Toleransi (Jalan Tol) yang diikuti perwakilan Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia Cabang Yogyakarta bersama peserta lintas agama di Krapyak Peduli Sampah, Yogyakarta, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan GUSDURian Jogja tersebut mengajak peserta mengenal praktik pemberdayaan masyarakat berbasis lembaga keagamaan sekaligus mempelajari pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Peserta berdialog, berbagi pengalaman, serta melihat langsung proses pengolahan limbah menjadi biogas dan sistem pengelolaan sampah yang dikembangkan di lingkungan pesantren.
Andika dari Krapyak Peduli Sampah menjelaskan bahwa pengelolaan sampah yang baik tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Baca juga: Layanan Terapi Gratis, Lajnah Imaillah Perkuat Kolaborasi dengan KPAD Tasikmalaya
Menurutnya, sistem pemilahan sampah yang melibatkan sekitar 2.000 santri berhasil membuat biaya pengangkutan sampah di lingkungan pesantren menjadi nol rupiah, sekaligus menghasilkan nilai tambah dari limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan.
Dalam sesi diskusi, Pembina Jemaat Ahmadiyah Wilayah DIY dan sekitarnya, Mln. Basyiruddin Suhartono, memperkenalkan berbagai kegiatan kepedulian lingkungan yang selama ini dijalankan Jemaat Ahmadiyah. Di antaranya gotong royong membersihkan lingkungan masjid setiap Jumat, aksi bersih-bersih kawasan Alun-Alun Yogyakarta pada awal tahun, hingga pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dikembangkan Jemaat Ahmadiyah Cabang Madiun.
Ia menjelaskan bahwa program di Madiun tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar melalui pengelolaan sampah secara bersama.
Baca juga: Tokoh Indonesia Terima Pesan Perdamaian dari Khalifah Muslim Ahmadiyah
Sementara itu, Sekretaris Umur Kharijiah Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia Cabang Yogyakarta, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui program penanaman 100.000 pohon yang dilaksanakan Jemaat Ahmadiyah di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian alam.
Melalui kegiatan ini, para peserta menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi ruang perjumpaan yang mempererat hubungan antarkomunitas. Ketika berbagai kelompok bekerja bersama untuk kepentingan bersama, toleransi tidak lagi berhenti sebagai wacana, tetapi tumbuh melalui aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Tidak ada Respon