Hampshire, Warta Ahmadiyah — Komitmen membangun masyarakat yang adil tidak dapat dipisahkan dari cara sebuah komunitas memperlakukan perempuan. Pesan itu disampaikan Maria Ulfah Anshor, Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan Republik Indonesia, saat memberikan sambutan pada Jalsah Salanah UK 2026 di Hadeeqatul Mahdi, Hampshire, Inggris, Minggu (26/7/2026).
Ia hadir sebagai tamu undangan dalam pertemuan tahunan internasional Jemaat Muslim Ahmadiyah yang diikuti puluhan ribu peserta dari berbagai negara. Dalam pidatonya, ia membawa salam perdamaian dan solidaritas dari Indonesia sekaligus berbagi pandangan mengenai pentingnya membangun masyarakat yang menghormati hak-hak perempuan dan martabat setiap manusia.
Menurutnya, ukuran kemajuan sebuah peradaban tidak hanya dilihat dari perkembangan ekonomi atau teknologi, tetapi dari sejauh mana perempuan memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang.
Baca juga: Ribuan Tangan, Satu Persaudaraan di Bai’at Internasional
“Ukuran sejati sebuah peradaban terletak pada bagaimana peradaban tersebut memperlakukan perempuan dan menjamin hak-hak dasar setiap manusia, termasuk kebebasan hati nurani dan kebebasan beragama,” ujarnya.
Maria menjelaskan bahwa selama lebih dari dua dekade dirinya bersama berbagai lembaga hak asasi manusia di Indonesia terus mendorong perlindungan terhadap perempuan, anak, dan kelompok-kelompok rentan. Dalam perjalanan tersebut, ia juga menjalin kerja sama dengan Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia dalam berbagai upaya memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan menolak kekerasan.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, ia mengaku melihat satu hal yang terus menjadi perhatian Jemaat Muslim Ahmadiyah, yakni investasi pada pendidikan dan pemberdayaan perempuan.
Baca juga: Mengapa Puluhan Ribu Muslim Ahmadi Mengulang Janji yang Sama Setiap Tahun?
“Saya menyaksikan secara langsung betapa besarnya perhatian Jemaat Muslim Ahmadiyah terhadap pendidikan, pemberdayaan, dan partisipasi aktif perempuan dalam kehidupan bermasyarakat. Pemberdayaan yang sejati dimulai ketika perempuan diberi kesempatan yang setara untuk belajar, memimpin, dan membina generasi masa depan dalam suasana yang bebas dari rasa takut, diskriminasi, dan kekerasan,” katanya.
Ketua Komnasper itu mengatakan, kesempatan belajar dan memimpin merupakan fondasi lahirnya generasi yang lebih kuat. Ketika perempuan memperoleh ruang untuk berkembang, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh keluarga dan masyarakat secara luas.
Ia juga menilai pesan “Love for All, Hatred for None” yang selama ini diusung Jemaat Muslim Ahmadiyah semakin relevan di tengah dunia yang masih diwarnai polarisasi dan berbagai bentuk kekerasan.

Tidak ada Respon