Jemaat Ahmadiyah Indonesia Jajaki Kolaborasi Literasi dan Komunikasi Publik bersama IDN Times

Munadi AhmadNasional2 min
Dalam rangkaian kegiatan kunjungan dan diskusi di kantor IDN Times
A-AA+A++

Jakarta, Warta Ahmadiyah — Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia melakukan silaturahmi dan diskusi dengan jajaran redaksi IDN Times di Jakarta, Rabu (10/6/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi, pengembangan penulis muda, dan strategi komunikasi publik di era digital.

Rombongan dipimpin Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Zaki Firdaus Syahid, didampingi Sekretaris Pers sekaligus Juru Bicara JMAI, Yendra Budiana. Pertemuan diawali dengan kunjungan ke sejumlah ruang kerja kreatif dan fasilitas redaksi yang menjadi pusat aktivitas pengembangan konten media digital.

Dalam diskusi tersebut, tim IDN Times memaparkan perkembangan ekosistem medianya, termasuk strategi membangun komunitas penulis yang aktif dan berkelanjutan. Pengelolaan komunitas melalui berbagai program, pelatihan, serta kegiatan tatap muka dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas para kontributor.

Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Gondrong Gelar Pemotongan Hewan Kurban, Distribusikan Ribuan Paket

Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Zaki Firdaus Syahid, menilai pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Ahmadi dalam mengembangkan kemampuan literasi dan menulis.

“Apa yang dilakukan IDN Times menjadi inspirasi bagi kita untuk melahirkan lebih banyak penulis. Kemampuan literasi dan menulis generasi muda Ahmadi harus terus diasah melalui latihan dan keterlibatan aktif dalam berbagai ruang publik. Tradisi menulis merupakan bagian penting dari sejarah Jemaat, sehingga generasi muda perlu mengambil peran dalam menyampaikan pesan-pesan Islam yang damai, rasional, dan membangun,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan media digital telah membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk berkontribusi melalui gagasan, tulisan, dan berbagai bentuk komunikasi publik yang positif.

Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Banjar Jalin Dialog dengan Wali Kota Bahas Kerukunan dan Kebebasan Beribadah

Selain membahas pengembangan literasi, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai tantangan komunikasi publik di era media sosial. Diskusi menyoroti pentingnya menghadirkan narasi yang berbasis fakta, dialog yang sehat, serta penyebaran pesan-pesan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Pada kesempatan tersebut turut dibahas perkembangan isu kebebasan beragama di Indonesia, termasuk respons publik terhadap pembubaran kegiatan Ijtima Khuddam dan Athfal di Karanganyar, Jawa Tengah. Menurutnya, berbagai tanggapan positif dari masyarakat dan sejumlah pihak menunjukkan pentingnya komunikasi yang terbuka dan konstruktif.