Khalifah Muslim Ahmadiyah: Keberhasilan Jalsah Diukur dari Perubahan Setelah Pulang

Munadi AhmadKeislaman2 min
Khalifah Muslim Ahmadiyah mengajak peserta menjadikan Jalsah Salanah UK 2026 sebagai awal perubahan, bukan sekadar pertemuan.
A-AA+A++

Hampshire, Warta Ahmadiyah — Ribuan Muslim Ahmadi dari berbagai negara memadati kawasan Hadeeqatul Mahdi, Hampshire, Inggris, saat pembukaan Jalsah Salanah UK 2026, Jumat (24/7/2026). Membuka pertemuan tahunan tersebut, Khalifah Muslim Ahmadiyah, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, mengingatkan bahwa keberhasilan menghadiri Jalsah tidak diukur dari kehadiran fisik atau jauhnya perjalanan, melainkan dari perubahan yang dibawa pulang setelah kegiatan berakhir.

Mengutip ajaran Hadhrat Masih Mau’ud (as), Huzur menjelaskan bahwa Jalsah diselenggarakan untuk memperkuat ketakwaan, memperbaiki akhlak, serta membangun hubungan yang lebih dekat dengan Allah. Karena itu, setiap peserta diajak menjadikan tiga hari pelaksanaan Jalsah sebagai awal perubahan, bukan tujuan akhir.

Menurut Huzur, ketakwaan merupakan akar seluruh kebaikan. Pengakuan keimanan, baiat, maupun berbagai aktivitas keagamaan tidak akan bernilai apabila tidak tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Jateng Hadiri Seminar Nasional, Bahas Peran Agama Hadapi Krisis Lingkungan

Dalam amanatnya, Huzur mengutip firman Allah Ta’ala:

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 2)

Huzur menjelaskan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar untuk dibaca, tetapi dipahami, direnungkan, lalu diamalkan hingga membentuk akhlak seorang mukmin. Ketakwaan menjadi kunci agar petunjuk Al-Qur’an benar-benar hidup dalam kehidupan seseorang.

Selain memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an, Huzur mengajak seluruh peserta menjadikan salat sebagai fondasi hubungan dengan Allah. Kekhusyukan, menurut Huzur, lahir melalui doa, perjuangan, dan mujahadah yang terus dilakukan, bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya.

Baca juga: Khalifah Muslim Ahmadiyah Pastikan Pelayanan Siap Sambut Puluhan Ribu Tamu

Huzur juga mengingatkan bahwa pengorbanan di jalan Allah tidak hanya berbentuk harta. Waktu, tenaga, ilmu, kemampuan, kesehatan, hingga berbagai nikmat yang dimiliki merupakan amanah yang harus dimanfaatkan untuk agama dan kemaslahatan manusia. Namun seluruh pengorbanan itu hanya bernilai apabila dilakukan dengan penuh keikhlasan demi meraih keridaan Allah.

Ketakwaan, lanjut Huzur, harus tampak dalam kehidupan sehari-hari. Cara memperlakukan keluarga, menjaga lisan, menghormati orang lain, serta menjauhi kezaliman menjadi ukuran nyata kualitas hubungan seorang hamba dengan Tuhannya.