Tangerang, Warta Ahmadiyah — Kehadiran tokoh perempuan nasional dalam Jalsah Salanah UK 2026 menjadi bagian dari semakin luasnya ruang dialog lintas komunitas dan penguatan silaturahmi antarumat. Dari Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (19/7/2026), sejumlah tokoh Indonesia bertolak menuju Inggris untuk mengikuti pertemuan tahunan internasional Jemaat Muslim Ahmadiyah yang dihadiri puluhan ribu peserta dari berbagai negara.
Salah satu yang turut bergabung dalam rombongan adalah Maria Ulfah Anshor, mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), tokoh Fatayat Nahdlatul Ulama, sekaligus aktivis Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI). Kehadirannya merupakan bagian dari hubungan yang telah terjalin selama bertahun-tahun bersama Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia dalam berbagai isu kemanusiaan dan pendampingan kelompok rentan.
Tokoh Fatayat NU tersebut mengaku menerima undangan menghadiri Jalsah Salanah UK bukan semata untuk mengikuti sebuah forum internasional, tetapi juga sebagai kelanjutan dari perjalanan panjang persahabatan yang telah dibangun bersama Jemaat Ahmadiyah.
Baca juga: Tokoh Lintas Organisasi Berangkat ke Jalsah Salanah UK 2026, Perkuat Dialog dan Persaudaraan Global
“Buat saya secara pribadi maupun sebagai bagian dari Komnas Perempuan, ini adalah perjalanan panjang. Kami dan Jemaat Ahmadiyah, khususnya di Indonesia, sudah lama berteman dan bersahabat. Saya merasa seperti keluarga sendiri.”
Menurutnya, hubungan tersebut terbangun melalui berbagai pengalaman bersama dalam mendampingi korban, melakukan advokasi kebijakan, hingga memperjuangkan perlindungan terhadap kelompok-kelompok minoritas yang mengalami diskriminasi.
Dalam kunjungannya kali ini, Maria mengaku memiliki satu harapan yang paling dinantikan, yakni kembali bertemu dengan Khalifatul Masih V, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, yang menurutnya memiliki makna tersendiri.
“Yang paling saya nantikan adalah bertemu dengan Huzur. Beliau bukan hanya seorang tokoh, tetapi juga seorang imam. Pertemuan itu menjadi semangat tersendiri bagi saya.”
Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Kupang Perkuat Rabtah Lewat Tenis Meja Bersama Sejumlah Ormas Islam
Ia menilai kesempatan tersebut juga menjadi pengalaman spiritual yang berharga. Sebelumnya, Maria pernah mengikuti Jalsah Salanah di Singapura dan berkesempatan bertemu langsung dengan Khalifatul Masih.
Selama perjalanan menuju Inggris, Maria mengaku tetap memanfaatkan waktu untuk membaca dan menyelesaikan sejumlah pekerjaan. Salah satu buku yang dibawanya membahas pendampingan terhadap kelompok minoritas, tema yang selama ini menjadi bagian dari perhatian dan pengabdiannya.

Tidak ada Respon