Jemaat Ahmadiyah Yogyakarta Hadiri Penutupan Sekolah Lintas Iman XVII di Sleman

Munadi AhmadDaerah2 min
Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia (JAI) Yogyakarta turut menghadiri acara penutupan Sekolah Lintas Iman (SLI) XVII yang diselenggarakan oleh Institut DIAN/Interfidei
A-AA+A++

Yogyakarta, Warta Ahmadiyah – Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia Yogyakarta turut menghadiri acara penutupan Sekolah Lintas Iman (SLI) XVII yang diselenggarakan oleh Institut DIAN/Interfidei pada Sabtu (30/5/2026) di kantor Interfidei Yogyakarta.

Kegiatan ini menandai berakhirnya rangkaian pembelajaran SLI XVII yang telah berlangsung sejak 14 Februari hingga 30 Mei 2026 dengan total 13 kali pertemuan.

Program tersebut diikuti oleh mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Universitas Sanata Dharma, dan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW).

Baca juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Jemaat Ahmadiyah Kemang Gelar Donor Darah Bersama PMI Bogor

Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pembelajaran langsung dari berbagai komunitas keagamaan untuk memperluas pemahaman tentang keberagaman dan dialog lintas iman.

Direktur Interfidei, A. Elga J. Sarapung, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membuka ruang belajar bagi peserta SLI.

Ia menilai keterbukaan tersebut menjadi pengalaman penting dalam membangun pemahaman, memperluas perspektif, serta memperkuat relasi antarumat beragama.

Baca juga: Ijtima Daerah Kalbar Perkuat Peran Perempuan Ahmadi dalam Membangun Generasi Tangguh

Kehadiran Jemaat Muslim Ahmadiyah Yogyakarta diwakili oleh Mubaligh Daerah DIY, Mln. Basyiruddin Suhartono, sebagai tindak lanjut keterlibatan dalam rangkaian program SLI XVII.

Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan agar nilai-nilai toleransi yang diperoleh tidak berhenti pada ruang pembelajaran, melainkan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Para peserta diharapkan menjadi agen yang mampu menumbuhkan sikap saling menghargai di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa SLI menjadi ruang penting untuk memperkuat pemahaman, menghilangkan prasangka, serta membangun hubungan kemanusiaan yang lebih harmonis.