Hampshire, Inggris — Hari kedua Jalsah Salanah UK 2026 menghadirkan rangkaian pesan yang menegaskan bahwa Islam tidak berhenti pada ibadah ritual, tetapi diwujudkan melalui ketakwaan, pendidikan, penghormatan terhadap martabat manusia, pelayanan sosial, serta kontribusi nyata bagi perdamaian dunia.
Dalam pidato pembukaan Jalsah Salanah UK 2026, Khalifah Muslim Ahmadiyah, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, mengingatkan bahwa tujuan utama Jalsah bukan sekadar mempertemukan puluhan ribu peserta dari berbagai negara, melainkan membentuk pribadi yang semakin bertakwa kepada Allah SWT.
Mengutip ajaran Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (as), Khalifah menegaskan bahwa keberhasilan seseorang menghadiri Jalsah tidak diukur dari jauhnya perjalanan atau lamanya mengikuti kegiatan, tetapi dari perubahan akhlak, kualitas ibadah, dan semangat pengabdian yang dibawa pulang setelah Jalsah berakhir.
Ketakwaan, menurut Khalifah, menjadi akar seluruh kebaikan. Dari ketakwaan lahir salat yang hidup, pengorbanan yang ikhlas, kepedulian kepada sesama, serta tanggung jawab untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Semangat tersebut juga mengemuka dalam sambutan Koordinator Staf Khusus Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Farid F. Saenong. Ia menjelaskan bahwa kata Islam berasal dari akar kata yang sama dengan as-salam, yang berarti kedamaian.
Farid menegaskan bahwa Islam mengajarkan setiap Muslim untuk memperlakukan siapa pun secara damai, adil, dan penuh kebaikan tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang.
Pandangan tersebut selaras dengan firman Allah SWT:
“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” (QS. Al-A’raf: 156)
Menurut Farid, ayat tersebut menunjukkan bahwa kasih sayang merupakan fondasi utama ajaran Islam dan menjadi dasar dalam membangun kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat yang majemuk.
Pada sesi khusus perempuan yang dihadiri 19.695 peserta, Khalifah Muslim Ahmadiyah juga menekankan pentingnya perempuan terus meningkatkan ilmu pengetahuan dan wawasan. Menurutnya, perempuan yang terus belajar akan mampu memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya sehingga melahirkan generasi yang berakhlak, cerdas, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Selain berbagai pesan pembinaan, Khalifah turut memaparkan perkembangan terbaru Jemaat Muslim Ahmadiyah di berbagai belahan dunia. Sepanjang periode pelaporan, sebanyak 267.596 orang dari lebih dari 600 bangsa dan kelompok etnis bergabung dengan Jemaat Muslim Ahmadiyah. Pada periode yang sama, Jemaat membentuk 398 jemaat baru di 811 lokasi, membangun 133 masjid, memperoleh 49 masjid, mendirikan 127 rumah mubaligh, membuka 40 rumah sakit, serta memperluas penerjemahan Al-Qur’an hingga tersedia dalam 79 bahasa.
Di kawasan Asia, Indonesia mencatat jumlah anggota baru terbanyak, diikuti India dan Bangladesh.
Berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa penyebaran Islam melalui Jemaat Muslim Ahmadiyah tidak hanya diwujudkan melalui dakwah, tetapi juga melalui pendidikan, pelayanan kemanusiaan, pembangunan fasilitas sosial, serta penguatan kehidupan masyarakat di berbagai negara.
Rangkaian agenda hari kedua Jalsah Salanah UK 2026 memperlihatkan bahwa nilai-nilai Islam yang diajarkan Jemaat Muslim Ahmadiyah berpijak pada ketakwaan, kasih sayang, penghormatan terhadap martabat manusia, serta pengabdian kepada sesama. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus menjadi kontribusi nyata dalam membangun masyarakat dunia yang damai, adil, dan saling menghormati.
Tentang Jalsah Salanah UK 2026
Jalsah Salanah UK merupakan pertemuan tahunan internasional Jemaat Muslim Ahmadiyah yang diselenggarakan di Hadeeqatul Mahdi, Hampshire, Inggris. Kegiatan ini diikuti puluhan ribu peserta dari lebih dari 100 negara dan menjadi forum pembinaan rohani, dialog, pendidikan, serta penguatan persaudaraan antarbangsa.
Media Center Nasional
Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia

Tidak ada Respon