Jakarta, Warta Ahmadiyah- Peran perempuan menjadi sorotan dalam pelaksanaan Global Telethon 2026 yang diselenggarakan Humanity First Indonesia di Jakarta Pusat, Minggu, 10 Mei 2026.
Dalam forum bertema ketahanan pangan tersebut, perempuan dinilai memiliki posisi strategis sebagai penggerak utama dalam membangun ekosistem pangan berkelanjutan di tengah ancaman krisis global.
Sejumlah tokoh perempuan hadir sebagai narasumber. Di antaranya Ketua Lajnah Imaillah Indonesia, Siti Aisyah Bakrie, peneliti dan akademisi, Musdah Mulia, serta Staf Humanity First Indonesia, Soraya Maria.
Mereka menekankan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan konsumsi, melainkan menyangkut keberlangsungan peradaban manusia secara luas.
Dalam pemaparannya, Ketua Lajnah Imaillah Indonesia, Siti Aisyah Bakrie menilai perempuan memiliki keterlibatan menyeluruh dalam rantai pangan, mulai dari produksi, pengolahan hingga distribusi.
Ia menyebut perempuan bukan sekadar penyedia makanan di lingkup rumah tangga, tetapi motor penggerak terbentuknya ekosistem sosial yang sehat, dimulai dari keluarga hingga komunitas yang berkelanjutan.
Baca juga: Field Trip Perdana Rumah Belajar Noor Sleman, Tumbuhkan Rasa Syukur dan Cinta Alam
“Bagi saya ketahanan pangan itu bukan semata soal makan, soal dapur, soal ketersediaan pokok apa sumber-sumber makanan. Tetapi kita bicara tentang tema kemanusiaan,” tegas Siti Aisyah.
Ia juga menyinggung pentingnya diversifikasi pangan melalui pemanfaatan tanaman lokal bernilai gizi tinggi.
Salah satu contohnya ialah penanaman sukun yang pernah dianjurkan Khalifah Ahmadiyah sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan masyarakat.
Baca juga: Bedah Buku 100 Tahun Ahmadiyah di Indonesia, JAI Yogyakarta Berkontribusi Sukseskan Acara
Ingatkan Pesan Khalifah Soal Ketahanan Pangan
Siti Aisyah Bakrie juga mengingatkan pesan Khalifah Ahmadiyah tentang menanam sukun terkait solusi ketahanan pangan.

Tidak ada Respon