Yogyakarta, Warta Ahmadiyah- Peringatan 100 tahun Ahmadiyah di Indonesia diwarnai Bedah Buku bertajuk 100 Tahun Bersama: Menenun Resiliensi, Meneguhkan Identitas Bangsa dan Solidaritas Kemanusiaan.
Acara berlangsung di Aula Koinonia, Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta pada Rabu 6 Mei 2026
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi perjalanan panjang Jemaat Ahmadiyah di Indonesia sekaligus ajakan memperkuat nilai keberagaman dan solidaritas kemanusiaan.
Baca juga: Lajnah Imaillah Bekasi Raya Gelar Seminar Parenting, Bahas Relasi Keluarga dan Gen Z
Acara terselenggara melalui kolaborasi Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesian Consortium for Religious Studies, GUSDURian, dan UKDW.
Seminar tersebut merupakan bagian dari rangkaian nasional bedah buku Muslim Ahmadiyah dan Indonesia: 100 Tahun Keberagaman dan Kerja Kemanusiaan.
Mengusung semangat Love for All, Hatred for None, forum itu menyoroti kontribusi Ahmadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, dan aksi kemanusiaan.
Baca juga: AMLA Indonesia Bekali Jemaat Ahmadiyah Sadasari dan Majalengka dengan Literasi Hukum
Sebanyak 101 peserta hadir, sementara total kehadiran mencapai sekitar 120 orang termasuk panitia.
Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai akademisi UIN Sunan Kalijaga, UKDW, dan Universitas Gadjah Mada, hingga komunitas lintas iman, organisasi masyarakat, media, dan lembaga riset.
Amir Nasional Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Bapak Zaki Firdaus Syahid, ST MT dalam keynote speech menelusuri sejarah masuknya Ahmadiyah ke Indonesia sejak 1925 serta tantangan yang dihadapi hingga kini.
Ia menegaskan komitmen Ahmadiyah terhadap prinsip laa ikraaha fiddinatau tidak ada paksaan dalam agama.
Baca juga: Sambangi LKSA Hasanah Kautsar, PPMA Support Program Ketahanan Pangan
“Kami terus menjunjung semangat cinta kasih universal dan ketaatan pada pemerintah sebagai bagian dari kehidupan berbangsa,” ujar Amirnas Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Bapak Zaki Firdaus,Syahid ST MT.
Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber lintas disiplin.