Mahasiswa UIN Mataram Sambangi Anggota Ahmadiyah di Transito, Dialog Moderasi Beragama

Talhah Lukman ABerita2 min
Transito
Mahasiswa dan mahasiswi UIN Mataram temui anggota Ahmadiyah di Transito.
A-AA+A++

Mataram, Warta Ahmadiyah- Jemaat Ahmadiyah Mataram di Transito menerima kunjungan rombongan dari UIN Mataram, Sabtu, 13 Desember 2025.

Rombongan dipimpin oleh Dosen UIN Mataram, Bapak Apipudin, dan terdiri dari 56 orang mahasiswa.

Jumlah mahasiswa laki-laki sebanyak 22 orang, dan perempuan 34 orang.

Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Manado Tunjukkan Kepedulian HAM Lewat Parade Kemanusiaan di Pusat Kota

Kegiatan berlangsung di Mushola Transito dan merupakan bagian dari perkuliahan Moderasi Beragama di Indonesia.

Narasumber dalam program ini adalah Dr. Mokhamad Mahfud.

Tujuannya untuk memberikan pemahaman langsung mengenai praktik keberagaman dan toleransi.

Baca juga: Tanggap Darurat Bencana Sumatera, Humanity First Dirikan Posko Bantuan di Aceh Tamiang

Rombongan diterima oleh Amir Daerah Jemaat Ahmadiyah Nusa Tenggara Barat ( NTB), Jauzi.

Acara juga dihadiri ketua jemaat, muballigh, serta pengurus serta warga Transito.

Dalam sambutannya, Jauzi menjelaskan kondisi pengungsian warga Ahmadiyah yang telah berlangsung 23 tahun.

Sebanyak 145 anggota Ahmadiyah masih hidup dalam kondisi pengungsian di tengah masyarakat.

Para mahasiswa kemudian dibagi dalam beberapa kelompok diskusi.

Mereka berdialog langsung dengan pengurus dan warga Ahmadiyah mengenai pengalaman hidup dan dinamika sosial.

Diskusi juga menyoroti peran negara dalam memberikan keadilan, terkait sila kelima Pancasila.

Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Bogor Terlibat Giat Jumat Bersih di Jalan Suryakencana

Mahasiswa memperoleh pesan tentang pentingnya menghormati hak warga dan nilai-nilai kemanusiaan.

Pendamping menekankan peran mahasiswa sebagai agen perubahan untuk menyebarkan Islam yang moderat dan damai.

Kegiatan ini diharapkan menambah pemahaman mahasiswa mengenai keberagaman dan praktik toleransi di Indonesia. *

Kontributor: Manshurotun Nisa

Editor: Talhah Lukman A