By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Warta Ahmadiyah
Youtube
  • Beranda
  • Berita
    • Mancanegara
    • Nasional
    • Daerah
  • Organisasi
    • Ansharullah
    • Khuddam
    • Lajnah Imaillah
  • Kebangsaan
  • Keislaman
  • Sosial
  • Rabthah
  • Opini
  • Siaran Pers
Font ResizerAa
Warta AhmadiyahWarta Ahmadiyah
Pencarian
Follow US
  • Berita
  • Organisasi
  • Kebangsaan
  • Keislaman
  • Sosial
  • Rabthah
  • Opini
  • Siaran Pers
© WartaAhmadiyah
Daerah

Persahabatan Ahmadiyah Kudus dengan Pendeta GMKI

Last updated: 13 November 2018 12:57
By Redaksi 245 Views
Share
SHARE

“Selamat pagi, Pak. Kami siap menyambut bapak dan rekan-rekan Ahmadiyah pukul 11.00 di GKMI Kudus Rayon 1.”

Bunyi pesan tersebut masuk ke hp Mubaligh Kudus dari kepala pendeta GKMI dua jam sebelum berlangsungnya pertemuan antara pengurus Jemaat Muslim Ahmadiyah Kudus dengan para pendeta dan pendeta muda GKMI se-kudus.

GKMI merupakan salah satu sekte gereja yang dirintis oleh komunitas orang-orang Tionghoa. Jadi tidak heran jika mayoritas anggotanya adalah orang-orang Tionghoa ataupun keturunan Tionghoa. Meski ada juga beberapa suku-suku lainnya seperti suku Jawa, Batak atau Ambon yang ikut bergabung di dalamnya.

Pertemuan antara para pengurus Ahmadiyah Kudus yang diwakili Mubaligh Kudus, Ketua Jemaat Kudus, serta Sekretaris Umur Kharijiah Kudus dengan para pendeta GKMI berlangsung akrab dan penuh tawa. Sesekali keluar guyonan-guyonan yang semakin menghangatkan suasana.

Pdt. Eric Sudarma selaku pendeta Pembina memberikan apresiasi saat mengetahui dari surat kabar bahwa Ahmadiyah merupakan pendonor mata terbesar di Indonesia. Menurutnya bahwa aksi tersebut merupakan aksi terpuji yang susah untuk dilakukan kelompok agama manapun bahkan untuk dirinya dan gerejanya.

Namun ia juga bertanya secara kritis saat Mubaligh Kudus menceritakan peran kemanusiaan lainnya berupa donor darah, clean the city dan lainnya, bahwa:

“Apakah kegiatan-kegiatan tersebut bukan sebuah bentuk upaya kawan-kawan Ahmadiyah untuk merubah image Ahmadiyah agar diterima umat Islam lainnya. Karena yang saya ketahui Ahmadiyah ini disesatkan umat Islam dan tidak dianggap bagian dari Islam. Jadi untuk merubah image sesat tersebut Ahmadiyah banyak melakukan aksi kemanusian agar bisa diterima sebagai bagian dari umat Islam?”

Mubaligh Kudus menjelaskan bahwa:
“Ahmadiyah memiliki moto Love For All Harted For None yaitu Cinta untuk semua tidak ada kebencian kepada seorang pun. Jadi aksi kemanusiaan yang dilakukan Ahmadiyah adalah murni sebuah tindakan keperdulian yang semata-mata diperuntukan bagi seluruh umat manusia tanpa melihat suku, bangsa dan agamanya.

Khalifah Ahmadiyah ke-4 membentuk wadah kemanusiaan secara Internasional yang bernama Humanity First dan wadah tersebut terbuka secara umum artinya bahwa di dalam wadah tersebut bukan hanya orang-orang Ahmadiyah namun juga kelompok-kelompok agama, bangsa dan suku-suku dunia lainnya berkumpul di dalamnya.

Jadi aksi kemanusiaan Ahmadiyah bukanlah sebuah upaya agar fatwa sesat yang diberikan para ulama dan umat Islam terhadap Ahmadiyah bisa terlepas. Atau sebuah usaha agar Ahmadiyah diakui sebagai Muslim. Sama sekali bukan, dan tidak ada kaitan serta hubungannya dengan hal itu.

Pemimpin Ahmadiyah tertinggi kami mengatakan bahwa harus dibedakan antara urusan kemanusiaan dengan keyakinan.

“Kami ini Islam dan jika sekiranya umat Islam tidak mau menerima kami sebagai Muslim. Kami tidak mempersoalakannya, karena kami pun tidak memerlukan pengakuan dari mereka. Selama kami menjalankan nilai-nilai ajaran Islam maka selama itu juga kami adalah orang Islam.” Lanjut sang Mubaligh.

“Makanya saya datang ke sini memakai peci biar kelihatan orang Islamnya.” Seloroh sang Mubaligh yang disambut tawa para pendeta.
“Tapi sayangnya pak Yusuf jenggotnya kurang panjang..” canda Pdt. Eric Sudarma.

Pertemuan diakhiri dengan saling tukar cinderamata berupa buku, serta ditutup dengan makan-makan. Disela-sela akhir pembicaraan pihak GKMI berjanji akan balik berkunjung sebagai bentuk apresiasi terhadap kedatangan para pengurus Jemaat Ahmadiyah Kudus.

Kontributor : Mln. Yusuf Awwab

You Might Also Like

Lajnah Imaillah Manislor Menjadi Narasumber Pelatihan Kepemimpinan

Peringati Hari Khilafat, Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya Hadirkan Tokoh GP Ansor

Jemaat Ahmadiyah Paninggilan Gelar Kegiatan Sosial di Panti Asuhan Bina Umat

Observasi dan Kuliah Lapangan 40 Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Tenaga Pengajar Madrasah Al-Mahmud Sukasari Isi Pesantren Ramadhan Sekolah Negeri

By Redaksi
Follow:
MEDIA INFORMASI JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA
Previous Article Pelatihan Juru Bicara Pancasila di Gorontalo
Next Article Guru Besar UIN Sunan Kalijaga : 99,99 % Masyarakat Indonesia Tidak Paham Ahmadiyah
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Might Also Like

JAI Mataram Wikariamal
BeritaDaerah

Raih Berkah Ramadhan, Warga JAI Mataram Gotong Royong Bangun Peace Center

Amatul Noor 2 Min Read
Daerah

Hari Lingkungan Hidup Nasional, Ahmadiyah dan Komunitas Pecinta Lingkungan Bengkulu Adakan ‘Aksi Cinta Pantai’

Redaksi 1 Min Read
sumatera barat
BeritaDaerah

Semarak HUT ke-80 RI, Jemaat Ahmadiyah Sumbar Bersama Lintas Komunitas Gelar Upacara hingga Donor Darah

Talhah Lukman A 3 Min Read
Previous Next
Warta Ahmadiyah

Warta Ahmadiyah merupakan sumber resmi Jemaat Ahmadiyah Indonesia yang menyajikan ragam informasi seputar kegiatan dan pandangan Ahmadiyah mengenai berbagai hal.

Kategori

  • Berita
  • Organisasi
  • Kebangsaan
  • Keislaman
  • Sosial
  • Rabthah
  • Opini
  • Siaran Pers

Informasi

  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Berita

Copyright 2016 – 2023 @wartaahamdiyah.org All rights reserved

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?